Jenjang Karir di bidang HR

Pertanyaan :

Saya seorang Jr. Engineer yang baru 7 bulan bekerja di perusahaan ini (fresh graduated) dan masih dalam taraf pengenalan tentang segala yang ada dalam perusahaan. Baru-baru ini saya mendapat tawaran menjadi staff HR dengan grade yang tdk berubah. Saya senang juga mendapat tawaran seperti itu. Saya juga termasuk orang yang senang berhubungan dengan manusia. Dan saya sangat kesulitan menyerap segala bentuk rumus-rumus yang pernah saya pelajari semasa kuliah.

Yang ingin saya tanyakan, apakah di HR menjanjikan jenjang karir yang bagus? Apakah HR tidak membutuhkan latar pendidikan yang khusus (saya Sarjana Teknik)? Bisakah HR dipelajari sambil bekerja (learning by doing)?

Kalau memang HR menjanjikan, saya sudah ada rencana untuk melanjutkan kuliah Pasca Sarjana MM SDM.

Mohon bantu saya dalam memutuskan bidang pekerjaan ini.Terima Kasih Banyak Atas Segala Bantuannya.


Jawaban :

Halo Pak Bagus, yang menjadi pertanyaan balik ke Bapak adalah, apakah maksud dari jenjang karir yang "bagus" ini? Menjadi Direktur HR atau Pimpinan HR terbuka untuk setiap disiplin. Profesi HR pun relatif semakin mahal dari waktu ke waktu karena semakin banyak organisasi melihat pentingnya SDM bagi kemajuan organisasi, dan akibatnya ingin memberikan perhatian yang lebih besar terhadap bidang ini.

Untuk meniti karir di dunia HR, pengetahuan tentang HR seperti Psikologi dan Perilaku Organisasi akan sangat membantu. Pengetahuan mengenai hal ini dapat dipelajari melalui buku-buku atau kelas-kelas formal, dan akan membantu Pak Bagus untuk menerapkan, menguji atau membandingkan teori-teori yang dipelajari dengan pengalaman nyata sehari-hari. Pengalaman walau demikian memperlihatkan bahwa pengalaman bekerja di luar HR akan membantu praktisi HR membangun solusi SDM yang lebih membumi dan efektif. Background saya sendiri adalah S-1 dan S-2 di Petroleum Engineering dan saya pernah bekerja beberapa tahun sebagai insinyur perminyakan. Teknologi menarik untuk saya, namun menghadapi persoalan-persoalan manajemen dan SDM pada akhirnya lebih menarik untuk saya. Interaksi dengan demikian banyak pimpinan organisasi pun memperlihatkan bahwa persoalan-persoalan terbesar yang dihadapi oleh demikian banyak pimpinan organisasi umumnya berkisar masalah pengelolaan SDM. Tantangan memang ada, terutama karena ini merupakan bagian/departemen/fungsi yang relatif kurang diperhatikan di dalam organisasi. Namun hal ini justru dapat dilihat sebagai suatu kesempatan, dimana ruang untuk membangun karir dan memberikan nilai tambah bagi organisasi menjadi terbuka luas. Interaksi dengan pemimpin-pemimpian organisasi maupun praktisi-praktisi HR tentu akan membantu proses belajar dan membantu Pak Bagus untuk mengambil keputusan yang tepat. Yang penting, seperti yang dikatakan oleh seorang bijak: "Do something you love doing, so you don’t have to go to work everyday". Selamat meniti karir.