Izin dan Cuti

Pertanyaan :

Dear Bu Wiwiek,

1. Apakah sakit itu bisa dikatakan cuti, dan dapat mengurangi cuti tahunan?
2. Apakah izin itu bisa dikatakan cuti, dan dapat mengurangi cuti tahunan?
3. Bagaimana jika cuti tahunan tidak diambil, apakah bisa diambil di tahun berikutnya, atau hangus?
4. Bagaimana aturan jam kerja di suatu perusahaan?


Jawaban :

JAWAB:

Mengacu pada UU no. 13 /2003, berikut ketentuan mengenai waktu dan jam kerja:

1. Sakit tidak mengurangi jatah tahunan (sepanjang dapat memberikan dokumen pendukung yang berlaku seperti:surat keterangan dokter)

2. Izin yang tidak mengurangi cuti tahunan adalah :
a. Kematian suami/isteri, orang tua/mertua atau anak/menantu : 2 (dua) hari kerja
b. Kematian anggota keluarga dalam satu rumah : 1 (satu) hari kerja
c. Pernikahan karyawan : 3 (tiga) hari kerja
d. Pernikahan anak karyawan : 2 (dua) hari kerja
e. Khitanan anak : 2 (dua) hari kerja
f.  Pembaptisan anak : 2 (dua) hari kerja
g. Isteri melahirkan atau keguguran kandungan : 2 (dua) hari kerja
Izin di luar kepentingan tersebut diatas, mengurangi cuti tahunan.

3. Cuti tahunan yang tidak diambil, akan hangus kecuali apabila cuti tersebut tidak dapat diambil karena permintaan perusahaan.

4. Hari kerja ada yang 5 hari kerja ada pula yang enam hari kerja.Jumlah jam kerja adalah 40 jam per minggu baik untuk yang 5 hari kerja maupun 6 hari kerja. 40 jam perminggu belum termasuk waktu istirahat yang biasanya 1 jam per hari kerja.

Demikian disampaikan, semoga bermanfaat.