Ingin Mundur Tapi Dapat Pesangon, Bagaimana Caranya?

Pertanyaan :

Bagaimana cara supaya saya bisa berhenti dari perusahaan, tapi saya mendapatkan uang pesangon? Saya sudah 5 tahun berkerja, kesal dengan atasan saya karena dia terlalu menekan saya. Jadi, satu keputusan, saya mesti berhenti. Tapi, saya mau dapat pesangon. Dia sudah menyuruh saya berhenti dengan membuat surat pengunduran diri, tapi saya tidak mau. Apa yang harus saya lakukan?


Jawaban :

Bekerja di perusahaan yang situasi kerjanya tidak nyaman merupakan siksaan. Saya sarankan agar Anda segera mencari pekerjaan lain sehingga Anda dapat lebih berkembang, baik dari sisi kualitas diri maupun dari sisi jenjang karir. Sebab, di perusahaan sekarang ini pasti Anda tidak dapat kesempatan untuk meraih jenjang yang lebih tinggi dan juga tidak dapat mengembangkan pengetahuan maupun keterampilan.

Sikap sakit hati dan ingin "menghukum" perusahaan agar memberikan pesangon malah akan membuat Anda terjebak pada kondisi yang tidak produktif. Sesudah mendapat pekerjaan lain, ajukan pengunduran diri dengan elegan, saya pastikan Anda akan mendapatkan kepuasan batin.

Jika Anda bersikukuh mendapatkan pesangon, berarti Anda "adu kuat" dengan atasan, dengan cara tetap bekerja di perusahaan tersebut dan pertahankan kinerja agar tidak ada alasan bagi atasan/perusahaan untuk melakukan PHK maupun memberikan sangsi. Jika atasan/perusahaan "kalah kuat" bisa jadi akan menempuh cara pemberian Surat Peringatan hingga Surat Peringatan III dengan dasar hasil kerja tidak sesuai target, dan melakukan PHK. Untuk PHK jenis ini perusahaan memiliki kewajiban untuk memberikan pesangon sebesar 1 kali, untuk masa kerja 5 tahun ke atas pesangon = 6 bulan gaji + penghargaan masa kerja = 2 bulan gaji + penggantian hak = 15% X 8 bulan gaji.