HRD Akan Dihapus, Harus Bagaimana?

Pertanyaan :

Saat ini saya bekerja di sebuah bank sebagai HR Branch Dept. Head. Dalam bulan ini, bank tempat saya bekerja akan melakukan restruktur organisasi, dimana HR dept. akan dibubarkan/dilikuidasi, dan sebagai gantinya cukup dengan menempatkan accounting staff untuk melaksanakan tugas-tugasnya.

Direksi mengganggap bahwa fungsi HR di mata perbankan tidak penting, khususnya di daerah seperti Surabaya ini --menurut mereka, segala hal dapat dilakukan kontrol dari pusat. Dan, mereka juga berpendapat bahwa bisnis perbankan, terutama di daerah, tidak perlu memakai HR. Padahal, menurut saya, banyak fungsi yang dapat dilakukan oleh HR Branch seperti training & development internal. Pertanyaan saya, bagaimana menerangkan hal tersebut kepada direksi & group head?


Jawaban :

Saya bisa memahami kebijakan direksi bank tersebut yang menganggap fungsi HR di daerah cukup dikontrol dari pusat (Jakarta?). Hal itu tentunya berdasarkan evaluasi selama ini mengenai beban pekerjaan HR di daerah dalam perusahaan perbankan yang berbeda dengan, misalnya, perusahaan manufaktur yang keperluan akan fungsi HR sangat besar.

Apabila anda bermaksud untuk menonjolkan kegiatan training & development, perlu diadakan proposal konkret yang menggambarkan besarnya kebutuhan terhadap kegiatan tersebut di daerah. Buatlah analisis tentang training need (TN) bagi para pekerja di branch.

TN dibuat dengan membandingkan antara kompetensi yang diperlukan oleh masing-masing posisi yang ada di branch dengan kemampuan real yang dipunyai incumbent (pemegang posisi). Gap antara kedua hal itu perlu diisi dengan training. Apabila kantor pusat dapat memahami hal tersebut, itu pun belum tentu bahwa fungsi HR branch akan sebesar yang sebelumnya; tetap akan kecil (mungkin cukup 2 orang untuk meng-handle semua kegiatan HR di branch).