Sulit Merekrut Karyawan Field dan Researcher

Pertanyaan :

Selamat sore, Kami mempunyai kendala dalam proses rekrutmen untuk karyawan field dan researcher dimana posisi tersebut turn over sangat tinggi, bila di analisa salah satu hal yang membuat mereka tidak bertahan di tempat Kami adalah faktor salary, dimana salary perusahaan research lain lebih besar dibandingkan standard salary Kami. Mohon masukannya program rekrutmen seperti apakah yang bisa memenuhi kebutuhan SDM yang Kami butuhkan, sebagai informasi untuk Karyawan field (min lulusan SMU) dan untuk reseacher (min lulusan S1), atas masukannya Kami ucapkan terima kasih. Selamat sore, Kami mempunyai kendala dalam proses rekrutmen untuk karyawan field dan researcher dmn posisi tersebut turn over sangat tinggi, bila di analisa salah satu hal yang membuat mereka tidak bertahan di tempat Kami adalah faktor salary, dimana salary perusahaan research lain lebih besar dibandingkan standard salary Kami. Mohon masukannya program rekrutmen seperti apakah yang bisa memenuhi kebutuhan SDM yang Kami butuhkan, sebagai informasi untuk Karyawan field (min lulusan SMU) dan untuk reseacher (min lulusan S1), atas masukannya Kami ucapkan terima kasih.


Jawaban :

Dear Mbak Astrid,

Melihat dari informasi yang Mbak Astrid berikan, paling tidak ada 3 (tiga) hal utama yang perlu diperhatikan. Pertama adalah perpindahan karyawan sangat tinggi, kedua adalah pendapatan dan ketiga adalah proses penerimaan.

Mengenai perpindahan karyawan memang sangat beragam sekali variabel yang mempengaruhinya dan variabel pendapatan hanyalah salah satu variabel yang sepertinya menonjol untuk dikemukakan. Menurut Price (2001), berbagai variabel mungkin mempengaruhi perpindahan karyawan secara sukarela. Beberapa variabel tersebut adalah Lingkungan (Kesempatan kerja lokal, regional dan nasional), Individu (Training Umum, Keterlibatan Pekerjaan, Pengaruh Positif dan Pengaruh Negatif) dan Struktural (Otonomi, Keadilan Distributif, Stress, Pendapatan, Kesempatan Promosi, Kebiasaan Rutin dan Dukungan Atasan).

Berdasarkan variabel tersebut, maka variabel pendapatan masuk ke dalam kategori struktural menurut Price (2001), namun kalau Mbak Astrid melihat ke dalam perusahaan Mbak Astrid saat ini apakah ada variabel lainnya yang bisa ditonjolkan diluar dari variabel pendapatan, misalnya Kesempatan Promosi atau diberikan Otonomi yang besar saat bekerja dan beberapa variabel lainnya sebagaimana yang dikemukakan Price (2001) dalam kategori Struktural.

Disamping itu, Mbak Astrid perlu melihat juga kepada kategori Lingkungan dan Individu. Hal ini juga dapat menarik kandidat karyawan yang akan bergabung, misalnya mencoba mencari karyawan yang lokasi rumahnya tidak jauh dari lokasi kantor saat ini. Dan bagi fresh graduate diberikan Training yang intensif misalnya, sekali dalam seminggu mereka pasti diberikan Training, karena ada beberapa perusahaan yang membuat diri mereka seperti “sekolah”, namun ternyata hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang baru selesai sekolah dan belum memiliki banyak pengalaman kerja sehingga masih membutuhkan Training yang intensif dan memilih bergabung dengan perusahaan seperti ini.

Price (2001) juga menyatakan bahwa terdapat variabel-variabel mediator yang secara lebih langsung mempengaruhi keluarnya karyawan secara sukarela, yaitu: Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasional, Perilaku mencari pekerjaan dan Intensi menetap. Sehingga untuk mengurangi perpindahan karyawan, Mbak Astrid perlu meningkatkan Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasional supaya perilaku mencari kerja berkurang sehingga intensi menetap meningkat.

Berdasarkan pemaparan di atas, maka sudah seharusnya proses penerimaan yang akan kita lakukan sejalan dengan kondisi perusahaan saat ini; misalnya dalam iklan lowongan kerja kita tidak dapat menonjolkan mengenai pendapatan, cobalah untuk menonjolkan hal lainnya yang memang ada di perusahaan saat ini yang dapat memberikan daya tarik bagi karyawan. Misalnya Lokasi kantor yang strategis dan memiliki banyak akses untuk mencapainya, bisa dikerjakan dari rumah tanpa harus datang ke kantor atau untuk fresh graduate akan diberikan Training yang intensif, Kondisi perusahaan yang bersifat kekeluargaan tidak individualis dan hal-hal lainnya yang dapat memberikan pertimbangan bagi para pencari kerja yang menarik perhatian mereka diluar variabel pendapatan. Dan saat ini juga masih banyak perusahaan besar di Indonesia yang dari variabel pendapatan tidak menarik namun dari variabel lainnya masih membuat banyak pencari kerja mencoba untuk melamar kerja di perusahaan tersebut.

Demikian pendapat kami semoga dapat membantu Mbak Astrid. Selamat berkarya.

David Tampubolon.

 

Daftar Pustaka:

Price, J.L., 2001. ‘Reflections on the determinants of voluntary turnover’, International Journal of Manpower, vol. 22, no. 7: 600-624.

Tags: , ,