Menggali Kompetensi melalui LGD atau Case Study?

Pertanyaan :

Dear Ibu Ardiningiyas, Sebelumnya salam kenal. Senang sekali rasanya di portalHR.com ini ada rubrik konsultasi yang bisa dimanfaatkan. Tentu ini sangat membantu tugas sehari-hari bagi kami di bagian HRD. Dalam kesempatan ini, saya ingin menanyakan tentang bagaimana caranya menggai kompetensi. Jika diperkenankan, bolehkan saya minta contoh-contoh soal diskusi kasus untuk menggali kompetensi baik melalui Leaderless Group Discussion atau Case Study. Atas jawabannya, saya ucapkan banyak terima kasih sebelumnya.  


Jawaban :

Dear Sdr. Katrin,

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Namun mohon maaf sebelumnya, saya tidak bisa menampilkan contoh soal, baik untuk yang Leaderless Group Discussion (LGD) atau Case Study dalam forum ini. Dalam proses assessment, lembar soal LGD dapat terdiri dari 1-4 halaman, sementara Case Study sekitar 10-17 halaman, atau lebih tergantung pada level dan kompetensi yang akan digali dalam waktu kurang lebih 60 menit.

Anda dapat membaca buku-buku assessment center baik dalam bentuk elektronik dari internet atau lainnya. Meski demikian, memang buku-buku tersebut juga jarang yang menampilkan secara utuh, namun hanya memberikan contoh dan pemaparan inti. Berbeda dengan workshop atau training assessment center.

Dalam LGD, adakalanya peserta mendapatkan peran seperti tim keuangan, tim marketing dan lainnya. Meskipun peserta mendapatkan lembar kosong, namun penilaian utama pada proses diskusi itu sendiri. Karenanya proses ini menggunakan instrument seperti alat rekam audio maupun visual.

Sementara assessor akan bertindak sebagai pengamat dan nantinya menyusun penilaian berdasarkan kompetensi. Misalnya untuk kompetensi kepemimpinan, assessor akan mencari bukti yang menunjukkan adanya kemampuan untuk mempengaruhi melalui perintah dan arahan  personal untuk mencapai target.

Catatan observasi peserta X untuk kompetensi ini kurang lebih menyatakan “Saya akan mendorong Anda untuk mengembangkan skill X”; ”Saya mengharapkan X untuk mempelajari prosedur yang benar,” sementara bukti yang tidak mendukung seperti tidak berhasil meminta partisipasi orang lain. Tidak ada peran pemimpin atau moderator dalam LGD, tidak seperti dalam Focus Group Discussion (FGD).

Sedangkan untuk Case Study bersifat individual, dapat berupa instruksi untuk menyusun proposal, pemecahan masalah atau sejenisnya secara sistematis. Soal memuat data deskriptif hingga statistik, misal kasus pencalonan direktur sebuah perusahaan.

Selain mengerjakan secara tertulis, kandidat juga akan diminta untuk mempresentasikan secara ringkas atau role play menggunakan materi tersebut. Namun, jika tidak terdapat presentasi atau role play, maka penilaian ada pada hasil tulis kandidat.

Saran saya, siapkan diri Anda secara fisik dan mental, karena proses assessment center membutuhkan banyak energi. Terima kasih, semoga bermanfaat

Tags: