Apa Beda Divisi dan Departemen?

Pertanyaan :

Halo PortalHR. Saya ingin bertanya, apa beda Divisi dan Department? apakah ada teori/explanation tentang itu? Kapan suatu unit kerja dinamakan Divisi atau Department? Pada kondisi dan kelayakan seperti apa? Apakah ada standardisasinya? Dan bagaimana menentukan apakah suatu unit telah siap untuk menjadi section, sebuah section telah siap untuk menjadi department, dan seterusnya hingga divisi menjadi sebuah direktorat? terima kasih.


Jawaban :

Ysh, Tn Fawzan,

Dasar teori utama mengenai divisi dan departemen ada pada teori “Struktur dan Dasar Pengorganisasian”, buku yang dapat dijadikan acuan sebenarnya banyak, namun salah satunya adalah Understanding Management yang ditulis oleh Richard L. Daft dan Dorothy Marcic.

Perspektif teori menyatakan bahwa departemen adalah sinonim dari divisi, dan memiliki definisi sebagai berikut.

“Sebuah divisi dari organisasi besar, seperti pemerintahan, universitas, bisnis, toko, dan divisi ini berhubungan dengan subyek, komoditas, area aktivitas yang spesifik”.

Namun demikian, dalam praktiknya, Departemen, Divisi, Section, bahkan Direktorat memiliki hubungan erat dengan rentang kendali dalam organisasi, atau dikenal dengan struktur organisasi. Struktur organisasi ini menjadi dasar pengelompokkan posisi tanggung jawab di dalam organisasi. Dalam pengelompokkan posisi tanggung jawab tersebut dikenal adanya lima pendekatan rancangan struktur organisasi (Daft dan Marcic, 2006), antara lainnya: fungsi vertical, divisional, matriks, team based, dan jaringan.

Menyangkut pertanyaan yang diberikan, logikanya rancangan struktur organisasi menyerupai rancangan divisional, dimana struktur organisasi pada posisi tertinggi adalah direktorat, kemudian departemen, selanjutnya divisi dan terakhir terbagi dalam sectional. Secara sederhana, kondisi dan kelayakannya ditentukan oleh prioritas fungsi dari bagian dan sub bagian tersebut. Dengan kata lain, perusahaan dapat melakukan pemeringkatan mengenai pemenuhan sebuah unit terkait dengan prioritas fungsi yang dapat mendukung obyektifitas perusahaan, dan juga orientasi organisasi apakah ingin memenuhi standar ISO atau hanya orientasi perusahaan yang sederhana.

Tags: , ,