Proposal Pengajuan Training Center

Pertanyaan :

Saya baru bekerja di perusahaan ini selama 1 bulan.  Saya tertarik untuk mengembangkan SDM melalui training center. Pertanyaan saya: 1.  Apa saja yang harus saya masukkan dalam proposal pengajuan training center? 2.  Pada bagian dana, poin apa saja yang harus dimasukkan? 3.  Bagaimana mengevaluasi hasil training, dengan dampak bisa dirasakan oleh perusahaan secara langsung?   Terimakasih informasinya  


Jawaban :

Dear Mbak Siska,

 

Kami ucapkan selamat bergabung dalam SDM, dan kami akan dukung sepenuhnya keinginan Mbak Siska untuk mengembangkan Training Center di perusahaan saat ini. Untuk lebih memudahkan pembahasan akan kami jawab langsung di bawah pertanyaan ybs.

1.      Apa saja yang harus saya masukkan dalam proposal pengajuan training center?

Dalam proposal pengajuan training center sebaiknya dirumuskan terlebih dahulu tujuan utama penggunaan training center tersebut. Misalnya apakah training center akan digunakan sebagai fasilitas utama/pusat kegiatan pelatihan yang dilakukan secara rutin dari beberapa cabang/anak perusahaan.

Secara garis besar ada 2 segi yang perlu dipersiapkan, yaitu segi fisik ruangan dan SDMnya.

Secara Fisik, harus dipikirkan berapa banyak jumlah rata-rata peserta pelatihan, sehingga kapasitas ruangan memadai, atau berapa kelas/ruangan trainingyang ingin dibuat. Apakah ingin ada tempat makan siang bersama/cafetaria yang dapat digunakan ketika break training, dsb.

Secara SDM, berapa banyak personel training yang mengelola training center tersebut, dalam hal ini apabila dibutuhkan beberapa karyawan baru, maka proses penerimaan karyawan juga merupakan bagian dari proses persiapan training center.

Dan yang paling penting adalah penyesuaian Budget untuk training center itu sendiri. Pemakaian budget harus disesuaikan dari segala prioritas, mana yang paling penting sebagai hal yang utama yang harus ada dalam suatu training center. Sedangkan untuk hal-hal tidak mendesak, misalnya design interior untuk mempercantik training center itu sendiri dapat dijadikan prioritas kedua.

2.      Pada bagian dana, poin apa saja yang harus dimasukkan?

Selain dari segi fisik bangunan dan SDM termasuk makanan yang harus dimasukkan dalam bagian dana seperti yang telah disebutkan diatas, poin lain yang harus dimasukkan ke dalam bagian dana adalah peralatan kantor yang juga perlu diperhitungkan. Misalnya Proyektor, komputer, laptopprinterwhite board,flip chartspeaker (sound system) dan peralatan untuk webinar bila mana diperlukan, maupun alat tulis kantor lainnya.

3.      Bagaimana mengevaluasi hasil training, dengan dampak bisa dirasakan oleh perusahaan secara langsung?

Dalam mengevaluasi hasil training yang berdampak langsung bagi perusahaan bisa dengan melakukan evaluasi secara soft skill dan technical skill.

Apabila training yang dilakukan bersifat technical skill, maka setelah training dapat dilakukan evaluasi performance peserta training melalui penerapan di lapangan, dan hal tersebut dapat dinilai. Misalnya, zero accident setelah training safety driving, atau 100% compliance dengan SOP yang telah dibuat (apabila dilakukan audit ISO ataupun OHSAS maka hasil evaluasi dapat lebih visible)

Apabila training yang dilakukan bersifat soft skill, maka biasanya evaluasi dilakukan setidaknya dalam waktu 3 bulan untuk melihat perubahan ‘perilaku’ dari peserta training. Dan hal ini juga dapat dinilai. Misalnya setelah melakukan training customer service, maka diharapkan zero complaint, atau apabila dilakukan survey kepuasan pelanggan, maka persentase tingkat kepuasan akan meningkat sekian persen. Atau setelah training leadership, maka ketika dilakukan assessment terhadap kompetensi soft skill peserta training, kompetensi tersebut akan meningkat, dan KPI diharapkan tercapai (apabila KPI Individu tercapai maka otomatis KPI departemen, dan divisi pun akan meningkat)

Tentunya kedua hal ini harus dilakukan secara terstruktur dengan membuat dokumen evaluasi penilaian yang objektif dan dilakukan monitoring secara konsisten serta kerja sama dari para atasan langsung/Top manajemen.

 

Demikian pendapat kami semoga dapat membantu Mbak Siska.

 

Selamat berkarya.

 

Tags: