Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dan PKB

Pertanyaan :

  • Apa yang membedakan PKWT dengan PKB sesuai aturannya ?
  • Bagaimana cara merubah PKWT ke PKB dalam perusahaan ?
  • Secara status hukum yang berlaku manakah yang lebih kuat diantara keduanya ?


Jawaban :

Bersama ini kami sampaikan pendapat hukum kami terkait dengan pertanyaan-pertanyaan berikut :

Apa yang membedakan PKWT dengan PKB sesuai aturannya ?

Sebelum menjelaskan mengenai perbedaan mengenai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), ada baiknya kita mengetahui pengertian dari PKWT dan PKB tersebut.
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu adalah suatu Perjanjian Kerja antara pekerja/buruh dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau untuk pekerja tertentu  (Pasal 1 ayat 1 Kepmenaker No. 100/2004 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu). Perjanjian Kerja Bersama Perjanjian yang merupakan hasil perundingan antara serikat pekerja/erikat buruh atau beberpa serikat pekerja/serikat buruh yang tercatat pada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan dengan pengusaha atau beberapa pengusaha atau perkumpulan pengusaha yang memuat syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban kedua belah pihak. (Pasal 1 ayat 2 Kepmenaker No. 48/2004 tentang Tata Cara Pembuatan dan pengesahan Peraturan Perusahaan serta Pembuatan dan Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama jo. Pasal 116 Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan)

    Dengan memperhatikan pengertian dari PKWT dan PKB sebagaimana tersebut di atas, maka yang menjadi perbedaan antara PKWT dan PKB adalah sebagai berikut :

 

  1. Pihak-pihak dalam perjanjian
    Pada PKWT yang menjadi pihak dalam perjanjian adalah pekerja secara pribadi dan langsung  dengan pengusaha, sedangkan pada PKB yang terikat dalam perjanjian adalah pekerja yang dalam hal ini diwakili oleh Serikat Pekerja (SP) dengan pengusaha.
  2. Isi Perjanjian
    Isi dari PKWT lebih bersifat mengatur hubungan individual antara pekerja dengan pengusaha, seperti halnya, kedudukan atau jabatan, gaji/upah si pekerja, tunjangan serta fasilitas dari si pekerja hal-hal lai yang bersifat mengatur hubungan kerja secara pribadi pekerja. Hal ini berbeda dengan PKB yang mengatur hal-hal yang bersifat umum seperti halnya jam kerja dan syarat kerja lainnya yang berlaku bagi seluruh pekerja yang ada pada suatu perusahaan.
  3. Mekanisme Pembuatan
    Dalam proses pembuatannya PKWT dapat langsung mengikat bagi para pihak setelah pada pihak menandatangani PKWT tersebut, demikian juga dengan PKB, namun pada PKB ada proses lain yaitu melalui Departemen tenaga kerja, artinya PKB tersebut harus didaftarkan pada departemen tenaga kerja.
  4. Kedudukan
    Oleh karena PKB mengatur hal-hal yang bersifat umum dan berlaku bagi seluruh pekerja di suatu perusahaan, maka setiap PKWT yang bersifat lebih pribadi harus sesuai dengan PKB, artinya pekerja selain harus mentaati dan menjalankan hal-hal yang diatur dalam PKWT juga harus mentaati dan melaksanakan PKB. Karena PKB juga merupakan aturan yang berlaku bagi pekerja meskipun pekerja terikat dalam PKWT

Bagaimana cara merubah PKWT ke PKB dalam perusahaan ?

Memperhatikan jawaban pada pertanyaan 1 tersebut di atas, maka PKWT tidak dapat merubah PKB, akan tetapi PKWT harus sesuai dengan PKB tidak boleh bertentangan atau melebihi ketentuan PKB.

Secara status hukum yang berlaku manakah yang lebih kuat diantara keduanya ?
Dengan demikian kedudukan atau hirarki peraturan yang mengatur hubungan ketenagakerjaan, maka PKB mempunyai kedudukan lebih tinggi dari PKWT.


     

Demikian kami sampaikan pendapat hukum kami, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.