Penentuan Batas Usia Pensiun Karyawan

Pertanyaan :

Perusahaan di mana saya bekerja sebagai Kabag. Personalia meminta supaya Peraturan Perusahaan dibuatkan/dilakukan revisi terhadap Batas Usia Pensiun menjadi 70 tahun (dalam PP sebelumnya hal Usia Pensiun tidak disebutkan); Karyawan terlambat masuk kerja dikenakan Denda/Potongan atas Keterlambatan; dan begitu juga bagi Karyawan yang tidak bekerja (tidak masuk kerja) tanpa alasan yang syah. Untuk Poin 1, Batas Usia Pensiun maksimal 70 (Tujuh puluh) tahun, apakah hal ini dapat dibenarkan - tidak melanggar ketentuan perundang-undangan atau hal lain yang sepatutnya ? Untuk Poin 2 dan Poin 3, perihal Potongan/Denda atas keterlambatan Masuk Kerja dan atau Tidak masuk kerja/bolos - tidak bekerja, apakah dapat dilakukan terhadap Upah dan Tunjangan tetap/tidak tetap ? Memahami bahwa pasal 93 membenarkan bahwa apabila Karyawan tidak masuk kerja tanpa alasan yang syah tidak dibayar. Apakah terhadap Gaji dan Tunjangan si karyawan bisa dilakukan ? Demikian dan terima kasih atas pencerahannya.


Jawaban :

Selamat Pagi Pak Samuel Malau,

Untuk poin 1; Menurut pendapat kami khususnya mengenai ketentuan (secara umum) mengenai Batas Usia Pensiun karyawan swasta tidak diatur dalam peraturan perundang-undangan, hanya ada beberapa jabatan tertentu (publik) yang ditentukan UU yang bersangkutan. Oleh karena itu, perusahaan wajib mengatur (menyepakati)-nya sebagai dasar untuk timbulnya hak pensiun. Biasanya mengenai Batas Usia Pensiun dicantumkan dalam Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang pada umumnya berkisar pada usia 55 (lima puluh lima) tahun (hal ini dikembalikan kepada kebijakan perusahaan masing-masing). Dapat juga disepakati untuk dilanjutkan (hubungan kerja) setelah batas waktu yang ditentukan dengan suatu alasan tertentu. Kembali lagi, tergantung kepada kebutuhan dan kebijakan perusahaan.

Untuk poin 2 & 3; sebaiknya Pak Samuel Malau membacanya dari link berikut: Pemotongan Upah Pekerja.

Namun apabila masih ada yang kurang jelas terkait pembahasan poin 2 & 3 tersebut, Mohon jangan sungkan untuk menanyakannya kembali kepada kami, Terima kasih.

Demikian pendapat kami semoga dapat membantu Pak Samuel Malau. Selamat berkarya.
David Tampubolon

Tags: