Hubungan Sakit Berkepanjangan dengan PHK

Pertanyaan :

SAYA mengalami sakit liver, dan berdasarkan rekomendasi dokter, saya sudah cuti selama 1 bulan. Namun karena belum ada perubahan yang signifikan, dan juga dikarenakan saya ingin beristirahat total, maka saya putuskan untuk mengundurkan diri. Setelah 2 minggu, saya mendapat balasan dari perusahaan yang mengatakan bahwa pihak manajemen menolak pengunduran diri saya, dan meminta saya untuk segera melapor dan bekerja kembali seperti biasa. Saya sudah menjelaskan bahwa kondisi fisik saya yang sering mengalami lemas, tidak memungkinkan untuk bekerja di lapangan. Akan tetapi perusahaan tetap bersikeras meminta saya kembali bekerja atau saya akan di PHK karena mangkir kerja. Yang ingin saya tanyakan, langkah apa yang harus saya ambil untuk menghadapi sikap perusahaan tersebut? Saya ucapkan banyak terima kasih sebelumnya.


Jawaban :

SAYA bersimpati terhadap kondisi kesehatan dan kasus Anda terkait dengan perusahaan tempat bekerja. Namun perusahaan juga sudah bersikap benar sehubungan dengan sakit anda. UU 13 tahun 2003, Pasal 169 menyebutkan antara lain bahwa pekerja yang sakit “berkepanjangan” dapat mengajukan PHK kepada perusahaan dan pekerja berhak mendapatkan pembayaran berupa: Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja, dan Uang Penggantian Hak sesuai Pasal 156 ayat (2), (3), dan (4) UU 13 tahun 2003.

Dalam hal kasus ini, Anda belum termasuk pada kategori sakit berkepanjangan, karena dalam Pasal 169 UU tersebut disyaratkan sakit sudah melampai 12 bulan.

Saran saya, Anda minta surat istirahat dari dokter. Adalah dokter yang berwenang menyatakan anda sudah kuat bekerja atau belum, dan apakah anda perlu beristirahat berapa hari, sampai anda sembuh total dan siap bekerja normal.

Kondisi Anda yang sakit dan didukung dengan surat dokter, menempatkan posisi anda yang kuat dalam arti anda istirahat di rumah dan tetap menerima upah. Hak anda tentang mekanisme tersebut dijamin oleh UU 13 tahun 2003.

Di dalam UU 13 tahun 2003 memungkinkan Anda tidak masuk dalam 12 bulan penuh karena sakit (dengan tetap mendapatkan upah), sepanjang Anda mendapatkan surat dokter. Untuk memperjuangkan hak-hak anda sesuai dengan UU, Anda dapat datang pada kantor Dinas Tenaga Kerja terkait (tempat perusahaan berdomisili).

Semoga membantu. Salam.

Tags: , , , ,