Hak dan Kewajiban Seorang Freelancer

Pertanyaan :

Salam.. Status Pekerjaan Saya freelance di perusahaan ini dari Mei 2006 - Sekarang. Terkadang saya dituntut seperti karyawan kontrak atau tetap, ada keterikatan secara lisan, misal saya harus fokus sama pekerjaan ini. Pertanyaan saya 1. Apa Hak & Kewajiban Seorang Freelance 2. Apa Hak & Kewajiban Perusahaan Terhadap Karyawan Freelance 3. Apa Seorang freelance seperti saya yang mengabdi selama 7 tahun Lebih tidak di tentukan dalam UUD tenaga kerja untuk diangkat menjadi karyawan Tetap/Kontrak. Terima Kasih Atas Jawaban nya


Jawaban :

Sebelum membahas mengenai hak dan kewajiban sebagai Freelancer, ada baiknya mengetahui bagaimana konsep perjanjian kerja yang dibenarkan menurut Undang-Undang Ketenaga Kerjaan Nomor 13 Tahun 2003. Dalam pasal 51 UU No. 13 Tahun 2003 butir pertama, tertulis bahwa perjanjian kerja dibuat secara tertulis atau lisan (pada saat ini hubungan kerja terjadi antara pemberi kerja dan pekerja).

Dengan demikian, perjanjian kerja secara lisan dibenarkan dalam aturan hukum ketenagakerjaan, dan selama ada kesepakatan yang disepakati antara pemberi kerja (perusahaan) dengan pekerja, dengan kata lain kalau ada pertentangan, sebenarnya ada hak untuk memutuskan hubungan kerja. Perjanjian kerja tertulis jelas memiliki kelemahan, dan kelemahannya tentu saja ada, yakni karena lisan sehingga sulit untuk membatasi sejauh mana hak dan kewajiban pihak yang terikat dalam perjanjian, dengan kata lain lemah di mata hukum.

Terkait dengan permasalahan yang dihadapi, sehubungan dengan pekerjaannya sebagai freelancer di sebuah perusahaan. Freelancer, atau seseorang yang memiliki status bekerja seandainya diperlukan jasa/kompetensinya, dapat dimasukkan dalam klasifikasi sebagai pekerja waktu tertentu, dan idealnya terikat dalam perjanjian kerja untuk waktu tertentu (Pasal 58 UU No. 13 Tahun 2003) dan idealnya dilakukan secara tertulis (Pasal 57 UU No. 13 tahun 2003) yang dibubuhkan pengikat berupa Materai (ini penting karena terkadang perjanjian kerja dilakukan secara tertulis namun tidak diberikan materai dan ditandatangani kedua belah pihak).

Hak dan kewajiban sebagai seorang freelancer sebenarnya terikat oleh perjanjian kerja yang dilakukan di awal pada saat keterlibatan pertama di bulan Mei 2006.  Begitupun sebaliknya antara perusahaan dengan pegawai dengan status freelancer, sesuai dengan kesepakatan di bulan Mei 2006. Jika ingin melihat ideal tidaknya hak dan kewajiban, maka dapat mengacu pada perundang-undangan yang berlaku yakni UU No. 13 Tahun 2003.

Sebenarnya, terkait dengan status masa kerja, jika melihat status pekerjaan yang dalam kategori Freelance atau Pekerjaan untuk Waktu Tertentu (PWT) tadi dan mengacu pada perundang-udangan yang berlaku tersebut di Pasal 59 UU No. 13 Tahun 2003 butir ke 4 hingga butir ke 6. Disebutkan dalam butir ke 4, bahwa “perjanjian kerja waktu tertentu yang didasarkan atas jangka waktu tertentu dapat diadakan untuk paling lama 2 (dua) tahun dan anya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun. Kelihatannya, jika melihat kasus yang dialami oleh penanya, maka idealnya penanya sudah menjadi karyawan tetap (atau pekerja waktu tidak tertentu) di perusahaan tersebut.

Dengan kata lain pemberi kerja seharusnya sudah melakukan peninjauan untuk merubah status pekerjaan dari freelancer menjadi tetap. Akan tetapi, mungkin jenis pekerjaan yang dilakukan oleh penanya belum dirasakan sebagai urgensi oleh pemberi kerja sehingga belum dipertimbangkan untuk diangkat menjadi karyawan tetap (sayangnya tidak diberikan informasi mengenai jenis pekerjaan yang dilakukan oleh penanya).

Seandainya “ke-ideal-an” tersebut tidak tercapai hingga kini, ada baiknya penanya melakukan self-evaluation, apakah urgensi mengenai status karyawan ini bagi penanya, seandainya dimungkinkan untuk mempertanyakan kepada pihak perusahaan. Tentunya banyak harapan atas perubahan status dari freelance ke tetap, diantaranya mengenai implikasi status tersebut pada kejelasan status mengenai hak-hak yang layak diterima sebagai pekerja dan diperolehnya tunjangan-tunjangan.

Demikian, semoga membantu.

Tags: , ,