Efisiensi dengan Mengurangi Jadwal Shift

Pertanyaan :

Di perusahaan kami saat ini menggunakan sistem jam kerja shift dengan pembagian 3 shift per hari, kemudian dengan akan diadakannya efisiensi, kami dari management akan mengambil kebijakan perubahan jam kerja menjadi 2 shift (12 jam) akan tetapi overtime akan tetap dibayar sebagai lemburan. Dalam hal ini perusahaan kami akan menerapkan lembur wajib. Yang ingin saya tanyakan adalah menurut ketentuan peraturan yang berlaku apakah diperbolehkan sistem jam kerja seperti itu? Mohon masukannya. Terima kasih


Jawaban :

Dalam Pasal 77 UU No. 13 Tahun 2013 memuat mengenai waktu kerja. Ada aturan mengenai waktu kerja yang secara normatif diatur di perundang-undangan, yakni sebagai berikut:

Pasal 77 Butir 2 UU No. 13 Tahun 2013
“Waktu kerja antara lain:
a.      Tujuh jam dalam satu hari, dan 40 jam selama satu minggu untuk enam hari kerja, di dalam satu minggu
b.      Delapan jam dalam satu hari, dan 40 jam selama satu minggu untuk lima hari kerja, di dalam satu minggu

Namun, waktu kerja di atas tidak berlaku untuk sektor usaha atau pekerjaan tertentu. Sektor usaha atau pekerjaan tertentu misalnya perusahaan di bidang energi dan sumber daya mineral, sebagaimana tertulis di Pasal 2 KEP.234 /MEN/2003.

Idealnya, perubahan waktu kerja ini harus diketahui dan disepakati antara kedua belah pihak, antara pemberi kerja dan pekerja. Bahkan, jika dimungkinkan, pemberi kerja harus mengeluarkan addendum perubahan perjanjian kerja pada butir waktu kerja dan implikasinya pada lembur (dan upah, seandainya ada).

Untuk perubahan jam kerja menjadi dua shift (dua belas jam) kelihatannya masuk ke dalam klasifikasi di Pasal 2 KEP. 234/MEN/2003 butir n.11 yakni jam kerja sebanyak 11 jam dalam satu hari (dimana dalam 12 jam tersebut idealnya termasuk satu jam untuk waktu istirahat). Dengan kata lain, jika manajemen perusahaan melakukan perubahan jam kerja menjadi dua shift atau 12 jam (dengan asumsi di dalam jam kerja tersebut termasuk juga waktu istirahat selama satu jam), maka hal ini tidak bertentangan dengan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

Kemudian, mengenai overtime atau lembur, pada harfiahnya, lembur adalah setiap tambahan waktu kerja di luar waktu kerja seharusnya. Jika mengacu pada Pasal 78 UU No. 13 Tahun 2013, maka pengusaha yang memperkerjakan pekerjanya melebihi waktu kerja yang disepakati bersama, maka harus membayarkan kompensasi atas lembur tersebut (catatan: dalam pasal tersebut juga dijelaskan bahwa lembur maksimum adalah tiga jam dalam satu hari dan empat belas jam dalam satu minggu)

Demikian, semoga bermanfaat.

Tags: , ,