Diminta Mengundurkan Diri Karena Kesalahan

Pertanyaan :

Saya seorang karyawan yang telah bekerja sejak 01 maret 2004, pada bulan Agustus 2012 saya melakukan kesalahan yaitu menahan uang perusahaan. Tidak ada niat untuk menggelapkan uang perusahaan tersebut yang nilainya  sebesar 34,5 juta rupiah. Uang tersebut saya pakai untuk kepentingan pribadi yang perkiraan saya akan saya bayarkan paling lama setelah 2 minggu setelah saya memakai uang tersebut. Akan tetapi baru 1 minggu saya kena audit dan diharuskan membayar uang yang saya tahan tersebut. Saya langsung bayarkan semua dan sesuai dengan PP saya dikenai SP3. Tetapi pada awal bulan september 2012 Pihak perusahaan meminta saya mengundurkan diri karena telah melakukan kesalahan tersebut. Saya menolak karena menurut saya saya sudah membayarkan uang tersebut, saya meminta agar saya di PHK saja jika perusahaan tidak mau memakai jasa saya lagi. Pertanyaan saya: 1. Apa yang akan saya peroleh jika saya mengundurkan diri ? 2. Apa yang saya peroleh jika saya di PHK ? 3. Saya berencana membawa permasalahan ini ke PHI karena bulan November 2012 gaji saya tidak dibayarkan. apakah itu memungkinkan ? terima kasih atas jawaban dan perhatiannya....


Jawaban :

Dear Pak Parulian,

Saya turut prihatin dengan kondisi yang menimpa Bapak. Terlebih melihat masa kerja Pak Parulian sudah lebih dari 8 (delapan) tahun dengan mulai bergabung sejak 1 Maret 2004 di perusahaan tersebut. Namun sesuai dengan peribahasa “akibat nila setitik rusak susu sebelanga”, masa kerja yang begitu lama terkendala dengan nila setitik. Dan saya menghargai niat baik yang Bapak lakukan dengan mengembalikan uang tersebut kembali ke perusahaan. Namun andaikata hal tersebut diselesaikan sejak awal dan tidak ditunda-tunda sehingga semakin lama menimbulkan ketidakpastian. Dan kalau diselesaikan sesegera mungkin dengan memberikan keputusan sesuai dengan ketentuan yang berlaku pastilah membuat setiap orang menjunjung tinggi ketentuan tersebut.

Menjawab pertanyaan Pak Parulian yang pertama, saya sertakan pasal 162  dari UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan:

1.   Pekerja/buruh yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri, memperoleh uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4).

2.  Bagi pekerja/buruh yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri, yang tugas dan fungsinya tidak mewakili kepentingan pengusaha secara langsung, selain menerima uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4) diberikan uang pisah yang besarnya dan pelaksanaannya diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.

3.   Pekerja/buruh yang mengundurkan diri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi syarat :

a.     Mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri;

b.     tidak terikat dalam ikatan dinas, dan

c.     tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri.

4.  Pemutusan hubungan kerja dengan alasan pengunduran diri atas kemauan sendiri dilakukan tanpa penetapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

Sesuai dengan ketentuan tersebut diatas, maka karyawan yang mengundurkan diri tidak mendapatkan pesangon maupun penghargaan masa kerja.

Yang didapat adalah uang pisah yang besar dan pelaksanaannya diatur sendiri oleh perusahaan. Di samping itu Bapak mendapatkan penggantian hak sbb:

1.       Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur;

2.       Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja/buruh dan keluarganya ke tempat dimana pekerja/buruh diterima bekerja (bila tempat bekerja berbeda kota dengan tempat awal diterima bekerja);

 

Untuk pertanyaan Pak Parulian yang kedua, supaya sesuai dengan masa kerja yang sudah lebih dari 8 (delapan) tahun, saya sertakan Pasal 156 ayat (2) butir i, ayat (3) butir b , dan ayat (4) UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

2. Perhitungan uang pesangon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit sebagai berikut :

i. masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, 9 (sembilan) bulan upah.

3. Perhitungan uang penghargaan masa kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sebagai berikut :

b. masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan) tahun, 3 (tiga) bulan upah;

4. Uang penggantian hak yang seharusnya diterima sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi :

a. Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur;

b. biaya atau ongkos pulang untuk pekerja/buruh dan keluarganya ke tempat dimana pekerja/buruh diterima bekerja;

c. penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% (lima belas per seratus) dari uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat;

d. hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.

Jadi bagi pekerja yang di PHK, terdiri atas Uang Pesangon (UP), Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK), penggantian/kompensasi cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur (bila ada), dan biaya atau ongkos pulang untuk pekerja dan keluarganya ke tempat dimana pekerja diterima bekerja (bila tempat bekerja berbeda kota dengan tempat awal diterima bekerja) dan Uang Panggantian Hak (UPH) sebesar 15 % dari UP dan UPMK.

Sedangkan untuk pertanyaan Pak Parulian yang ketiga, apabila Bapak sudah melaksanakan kewajiban dengan bekerja maka sudah seharusnya Bapak juga mendapatkan hak di bulan tersebut, dan apabila tidak dibayar karena sesuatu hal yang tidak jelaskan oleh perusahaan, maka permasalahan ini beserta permasalahan Bapak yang berhubungan dengan hubungan industrial dapat dibawa ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di tempat Bapak. Hanya pastikan Bapak memiliki bukti-bukti yang cukup.

Demikianlah pendapat kami, semoga dapat membantu Pak Parulian. Selamat berkarya.

 

*) David Tampubolon adalah Senior Consultant Opus Management

Tags: ,