Contoh Kontrak Kerja dengan TKA yang Tidak Merugikan

Pertanyaan :

mohon bantuan contoh kontrak kerja perusahaan pemberi kerja dengan TKA yang tidak merugikan perusahaan pemberi kerja, trims


Jawaban :

Kontrak kerja atau perjanjian kerja antara perusahaan pemberi kerja dan pekerja, pada hakikatnya berisi mengenai kesepakatan antara kedua belah pihak (tidak hanya mengacu pada pemberi kerja). Jika berhubungan dengan perekrutan TKA ke dalam perusahaan, maka hal pertama yang perlu dipastikan mengenai TKA tersebut adalah memiliki visa khusus untuk bekerja dengan maksud bekerja di wilayah Indonesia. Hal ini penting untuk memastikan agar tidak terjadi deportasi TKA ke negara asal karena kepemilikan visa yang tidak tepat.

Terkait perjanjian kerja, pada hakikatnya hampir serupa dengan perjanjian kerja antara pemberi kerja dengan Tenaga Kerja Warga Indonesia, antara lainnya dibuat atas dasar (Pasal 52 UU No. 13 Tahun 2013): kesepakaran kedua belah pihak, kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan yang dibenarkan (dan berlaku di Indonesia), serta pekerjaan yang dijanjikan tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku (di Indonesia).

Perjanjian kerja, antara perusahaan pemberi kerja dengan TKA memuat juga mengenai hak dan kewajiban. Khusus untuk bagian ini, hak dan kewajiban dari TKA tidak boleh memiliki tendensi akan mendiskriminasi Tenaga Kerja Warga Negara Indonesia (hal yang paling sensitif adalah perihal kompensasi dan tunjangan/fasilitas), kemudian terutama yang patut diketahui oleh perusahaan pemberi kerja adalah isi perjanjian kerja yang sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan di Indonesia (meskipun TKA).

Mengenai isi perjanjian kerja yang sesuai dengan perundang-undangan ketenagakerjaan, sebenarnya bisa mengacu Pasal 42 UU No. 13 Tahun 2003. Antara lain mengenai unsur-unsur yang penting terkandung dalam  antara lainnya:

1. Pemberi kerja mengantongi ijin tertulis untuk memperkerjakan TKA dari Menteri atau Pejabat yang ditunjuk (ini sifatnya wajib), kecuali TKA yang diperuntukkan untuk posisi konsuler dan pegawai diplomatik
2. Hanya perusahaan yang memiliki legalitas formal (misalnya PT) yang boleh memperkerjakan TKA, dengan kata lain pemberi kerja orang perseorangan dilarang melakukan rekrutmen TKA
3. TKA yang direkrut, hanya bekerja untuk jabatan tertentu dan waktu tertentu (untuk informasi ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri), dengan demikian pemberi kerja harus memiliki rencana mengenai penggunaan TKA yang memuat alasan sebagaimana
tertulis dalam Pasal 43 UU No. 13 Tahun 2013 yakni: alasan penggunaan TKA, jabatan TKA tersebut dalam struktur organisasi, jangka waktu penggunaan TKA dan adanya tenaga kerja warga negara Indonesia sebagai pendamping TKA yang dipekerjakan (dengan
kata lain TKA tidak berdiri sendiri) dan harus ada unsur alih keahlian/teknologi dari TKA ke tenaga kerja warga negara Indonesia.

Perlu dipahami juga, bahwa perusahaan yang memperkerjakan TKA memiliki konsekuensi yakni wajib memulangkan TKA ke negara asalnya setelah hubungan kerja berakhir (Pasal 48 UU No. 13 Tahun 2013).

Pada dasarnya perjanjian kerja memuat mengenai hak dan kewajiban yang menjadi kesepakatan bersama antara pemberi kerja dan pekerja (bahkan berlaku pada TKA sekalipun), sehingga isi perjanjian kerja yang tidak merugikan adalah perjanjian kerja yang diketahui, disepakati dan dijalankan oleh kedua belah pihak tersebut (pemberi kerja dan pekerja)

Demikian, semoga bermanfaat.

 

Tags: ,