Bagaimana Nasib Karyawan yang Dimerger?

Pertanyaan :

Dear Pak Bambang. SAYA ingin menanyakan mengenai permasalahan yang sedang terjadi dikantor kami. Sebut saja CV. “A”, di mana kantor kami akan di-merger oleh kantor pusat, PT. “B”. Sebagai informasi, saya sudah bekerja selama 5 tahun 3 bulan. Kondisi yang terjadi adalah akan dilakukan "pemutihan", di mana karyawan akan diberikan kompensasi/pesangon dan beberapa diantaranya akan ditarik ke PT. “B” jika karyawan tersebut dirasa dibutuhkan dengan status mengikuti peraturan dan fasilitas di PT. “B” dengan masa kerja mulai dari awal (Nol). Yang ingin saya tanyakan bagaimanakah perhitungan kompensasi/pesangon untuk karyawan yang masih dibutuhkan dan bagaimana perhitungan untuk karyawan yang tidak dibutuhkan lagi (PHK) untuk masa kerja 5 tahun. Terima kasih sebelumnya.


Jawaban :

Dear Pak Melvin,

1) PERPINDAHAN dari perusahaan lama (PTL) ke perusahaan baru (PTB) diasumsikan bahwa dari segi pekerja PTL yang dipindahkan ke PTB, mereka tidak berkeberatan untuk terus bekerja di PTB.

2) Namun justru PTB yang pilih-pilih pekerja dari PTL yaitu ada pekerja PTL yang diterima bekerja di PTB dan ada pekerja yang tidak diterima bekerja di PTB.

3) Bagi pekerja PTL yang tidak dikehendaki untuk bekerja di PTB, maka pekerja yang sudah bekerja dengan masa kerja 5 tahun 3 bulan, wajib dibayar hak-haknya oleh PTL atau PTB (tergantung kesepakatan kedua perusahaan tersebut). Secara kewajiban hukum, yang berkewajiban memberikan pembayaran akhir ke pekerja yang bersangkutan adalah PTL. Hal ini dikarenakan hubungan kerja adalah antara pekerja dengan PTL.

4) Berdasarkan Undang-Undang No 13 tahun 2003, Pasal 156 ayat (2), (3), dan (4), pembayaran yang menjadi hak pekerja tersebut dengan masa kerja 5 tahun 3 bulan sebagai berikut:
a. Uang Pesangon, sebesar 6x2xUpah per bulan
b. Uang Penghargaan Masa Kerja 2xUpah per bulan
c. Uang penggantian hak yang terdiri atas:
– cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur
– biaya pemulangan pekerja dan keluarganya ke tempat di mana pekerja diterima bekerja (bila ada)
– penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan sebesar 15% dari jumlah a+b di atas 5.

5) Bagi pekerja yang masih dibutuhkan untuk bekerja di PTB, bisa terdapat dua kemungkinan:
a. Perusahaan (PTL atau PTB) memilih untuk tidak memberikan pembayaran apapun pada perpindahan status hubungan kerja dari PTL ke PTB, namun masa kerja pekerja di PTL dipindahkan/dilanjutkan di PTB. Kelak bila pekerja mencapai usia pensiun di PTB, perhitungan pembayaran akhir dihitung dari sejak pekerja bekerja di PTL.

b. Perusahaan (PTL atau PTB) memilih untuk memberikan pembayaran akhir secara tuntas atas semua hak-hak pekerja, dengan perhitungan seperti pada angka 4 di atas. Namun masa kerja di PTB akan dimulai lagi dari nol.

Tags: ,