Upah Lembur Karyawan Lebih dari 8 Jam

Pertanyaan :

Supaya lebih meyakinkan lagi untuk menghitung upah lembur karyawan yang overtimenya lebih dari 8 jam baik itu hari biasa, hari mingggu maupun hari libur nasional, mohon berikan contoh simulasinya.   Terimakasih


Jawaban :

Dear Pak Prapto Waluyo,

Kami akan coba menyesuaikan pertanyaan yang Bapak ajukan supaya selaras dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Kep. 102/MEN/VI/2004 tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur.

Pertama adalah mengenai waktu kerja lembur sebagai mana tercantum dalam pasal 1 (satu) sebagai berikut:

(1)   Waktu kerja lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 8 (delapan) jam sehari, dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah.

Jadi Pak Prapto pertama kali memilih untuk mengikuti perhitungan waktu kerja lembur yang sesuai dengan jumlah hari kerja Bapak dalam seminggu; Apakah mengikuti 6 (enam) hari kerja atau 5 (lima) hari kerja ?

Kedua, Pak Prapto perlu mengetahui ketentuan penerapan waktu kerja lembur tersebut, sebagai mana yang tercantum dalam pasal 3 (tiga):

(1)   Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 (tiga) jam dalam 1 (satu) hari kerja dan 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu.

(2)   Ketentuan waktu kerja lembur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak termasuk kerja lembur yang dilakukan pada waktu istirahat mingguan atau hari libur resmi.

Jadi mengenai lembur pada hari kerja sampai diatas 8 (delapan) jam sebenarnya tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Yang menyatakan maksimal hanya sampai 3 (tiga) jam dalam 1 (satu) hari kerja dan totalnya dalam seminggu adalah maksimal 14 (empat belas) jam. Kecuali pada waktu hari istirahat mingguan dan atau hari libur nasional.

Mengenai perhitungan waktu kerja lembur, Bapak dapat mengetahuinya pada pasal 8 (delapan) dan 10 (sepuluh) berikut ini:

Pasal 8

(1)   Perhitungan upah lembur didasarkan pada upah bulanan.

(2)   Cara menghitung upah sejam adalah 1/173 kali upah sebulan.

Pasal 10

(1)   Dalam hal upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap maka dasar perhitungan upah lembur adalah 100 % (seratus perseratus) dari upah.

(2)   Dalam hal upah terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap, apabila upah pokok tambah tunjangan tetap lebih kecil dari 75 % (tujuh puluh lima perseratus) keseluruhan upah, maka dasar perhitungan upah lembur 75 % (tujuh puluh lima perseratus) dari keseluruhan upah.

Serta Pasal 11 (sebelas) dan 12 (dua belas) mengenai Cara perhitungan upah kerja lembur sebagai berikut:

(1)   Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja:

a.1. untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar upah sebesar 1,5 (satu setengah) kali upah sejam;

a.2. untuk setiap jam kerja lembur berikutnya harus dibayar upah sebesar 2 (dua) kali upah sejam.

(2)   Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja 40 (empat puluh) jam seminggu maka:

b.1. perhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur kesembilan dan kesepuluh dibayar 4 (empat) kali upah sejam.

b.2. apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek perhitungan upah lembur 5 (lima) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam keenam 3(tiga) kali upah sejam dan jam lembur ketujuh dan kedelapan 4 (empat) kali upah sejam.

(3)   Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 5 (lima) hari kerja dan 40 (empat puluh) jam seminggu, maka perhitungan upah kerja lembur untuk 8 (delapan) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam kesembilan dibayar 3(tiga) kali upah sejam dan jam kesepuluh dan kesebelas 4 (empat) kali upah sejam.

Pasal 12

Bagi perusahaan yang telah melaksanakan dasar perhitungan upah lembur yang nilainya lebih baik dari Keputusan Menteri ini, maka perhitungan upah lembur tersebut tetap berlaku.

Kalau kami coba simulasikan untuk lembur selama seminggu pada hari biasa dimana saya mengambil untuk simulasi ini adalah Pak Prapto mengikuti hari kerja selama 6 (enam) hari dalam seminggu dengan waktu kerja lembur selama 3 (tiga) jam pada hari kerja. Dan waktu kerja lembur selama 10 (sepuluh) jam pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi serta menggunakan satuan upah sejam (1/173 kali upah sebulan) maka kami coba simulasikan sebagai berikut:

Hari 1: 3 (tiga) jam; jam pertama 1,5 kali, jam kedua 2 kali dan jam ketiga 2 kali, jadi total selama 3 (tiga) jam adalah 5,5 kali upah sejam

Hari 2: 3 (tiga) jam; jam pertama 1,5 kali, jam kedua 2 kali dan jam ketiga 2 kali, jadi total selama 3 (tiga) jam adalah 5,5 kali upah sejam

Hari 3: 3 (tiga) jam; jam pertama 1,5 kali, jam kedua 2 kali dan jam ketiga 2 kali, jadi total selama 3 (tiga) jam adalah 5,5 kali upah sejam

Hari 4: 3 (tiga) jam; jam pertama 1,5 kali, jam kedua 2 kali dan jam ketiga 2 kali, jadi total selama 3 (tiga) jam adalah 5,5 kali upah sejam

Hari 5: hanya boleh maksimal 2 (dua) jam (lihat pasal 3 ayat 1 di atas) ; jam pertama 1,5 kali dan jam kedua 2 kali, jadi total selama 2 (dua) jam adalah 3,5 kali upah sejam.

Hari 6: tidak lembur (lihat pasal 3 ayat 1 di atas) maka 0 kali upah sejam.

Hari off (istirahat mingguan) selama 10 (sepuluh) jam lembur maka perhitungannya adalah sebagai berikut: untuk 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur kesembilan dan kesepuluh dibayar 4 (empat) kali upah sejam. Jadi total perhitungan hari off (istirahat mingguan) adalah 25 (dua puluh lima) kali upah sejam.

Jadi, apabila Pak Prapto sesuai dengan simulasi ini, maka dalam seminggu Bapak mendapatkan 50,5 kali upah sejam (1/173 kali upah sebulan).

 

Dan untuk perhitungan waktu kerja lembur pada Hari libur nasional sama perhitungannya dengan hari off (istirahat mingguan). Kecuali apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek perhitungan upah lembur 5 (lima) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam keenam 3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur ketujuh dan kedelapan 4 (empat) kali upah sejam.

 

Demikian pendapat kami semoga dapat membantu Pak Prapto Waluyo. Selamat berkarya.

 

 

Tags: ,