Tunjangan dalam PHK karena Pensiun

Pertanyaan :

Bila terjadi pemutusan hubungan kerja karena pensiun apakah tunjangan tetap masuk dalam komponen gaji untuk perhitungan pensiun? Terima kasih.


Jawaban :

Ysh Tn Oktavianus,

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang disebabkan karena pensiun, memiliki keterikatan dengan hukum perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku. Sebelum membahas mengenai apakah tunjangan tetap masuk dalam komponen gaji untuk perhitungan pensiun, perlu dibahas dari dasar hukum terkait dengan hak karyawan dan pensiun.

Dalam perundang-undangan dijelaskan mengenai hak yang wajib diberikan oleh perusahaan kepada karyawan ada dua, yakni uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima. Dengan demikian, meskipun PHK disebabkan karena pensiun, namun harus dilihat juga masa kerja yang bersangkutan. Dasar penentuan jumlah uang pesangon yang diterima berdasarkan masa kerja dapat mengacu pada Pasal 156 ayat (2) sebagai berikut:

a. masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, 1 (satu) bulan upah;

b. masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2 (dua) 
bulan upah;

c. masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun, 3 (tiga) bulan 
upah;

d. masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun, 4 (empat) 
bulan upah;

e. masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun, 5 (lima) 
bulan upah;

f. masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 6 (enam) 
bulan upah;

g. masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun, 7 (tujuh) 
bulan upah.

h. masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan) tahun, 8 
(delapan) bulan upah;

i. masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, 9 (sembilan) bulan upah.

Kemudian, mengenai perhitungan uang penghargaan masa kerja dapat mengacu pada Pasal 156 ayat (3) sebagai berikut.

a. masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 2 (dua) 
bulan upah;

b. masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 (sembilan) tahun, 3 
(tiga) bulan upah;

c. masa kerja 9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 (duabelas) tahun, 
4 (empat) bulan upah;

d. masa kerja 12 (duabelas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 (lima belas) 
tahun, 5 (lima) bulan upah;

e. masa kerja 15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 (delapan belas) tahun, 6 (enam) bulan upah;

f. masa kerja 18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 (dua puluh 
satu) tahun, 7 (tujuh) bulan upah;

g. masa kerja 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 (dua puluh empat) tahun, 8 (delapan) bulan upah;

h. masa kerja 24 (dua puluh empat) tahun atau lebih, 10 (sepuluh) bulan upah.

Terakhir, mengenai uang penggantian hak karyawan meliputi sebagai berikut (Pasal 156 ayat (4) ).

a. cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur;

b. biaya atau ongkos pulang untuk pekerja/buruh dan keluarganya ketempat dimana 
pekerja/buruh diterima bekerja;

c. penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% 
(limabelas perseratus) dari uang pesangon dan atau uang penghargaan masa 
kerja bagi yang memenuhi syarat;

d. hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau 
perjanjian kerja bersama.

Demikian penjelasan mengenai hak apa sajakah yang diterima oleh PHK karena pensiun. Jika dikaitkan dengan pertanyaan” tunjangan tetap apakah masuk kedalam komponen gaji untuk perhitungan pensiun” maka tanggapannya adalah benar bahwa dalam perhitungan pensiun didalamnya termasuk tunjangan tetap. Perhitungan ini tentunya dengan tidak melupakan tiga hal yang telah dipaparkan di atas, yakni uang pesangon, yang penghargaan, dan uang penggantian hak karyawan.

 

Demikian, semoga berkenan.

Tags: , ,