Sistem Kerja Shift

Pertanyaan :

Dear All, Saya bekerja sebagai staff HR di salah satu anak Perusahaan BUMN, yang baru diresmikan pada Agustus 2013. Perusahaan yang masih baru dan sistem HR juga masih banyak yang harus dirancang, salah stunya adalah sistem kerja shift. Yang ingin saya tanyakan adalah: 1. untuk jam kerja 7 / 8 jam sehari itu apakah sudah termasuk istirahat 1 jam? 2. lalu jika dilaksanakan sistem 2 shift, penyimpangan untuk jam kerja lembur 4 jam sehari apakah bisa dilaksanakan? 3. apakah jem kerja shift pada hari minggu juga harus dihitungkan lembur? sekian dari saya terima kasih


Jawaban :

Dear Bapak M. Johar Fathoni,

Saya akan langsung menjawab pertanyaan yang Bapak ajukan sebagai berikut:

1.       Silahkan di lihat UU No 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan di dalam pasal 79.  Ayat pertama dan kedua yang menyatakan sebagai berikut:

(1) Pengusaha wajib memberi waktu istirahat dan cuti kepada pekerja/buruh.

(2) Waktu istirahat dan cuti sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), meliputi :

a. istirahat antara jam kerja, sekurang kurangnya setengah jam setelah bekerja selama 4 (empat) jam terus menerus dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja;

b. istirahat mingguan 1 (satu) hari untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 2 (dua) hari untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu;

c. cuti tahunan, sekurang kurangnya 12 (dua belas) hari kerja setelah pekerja/buruh yang bersangkutan bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus; dan

d. istirahat panjang sekurang-kurangnya 2 (dua) bulan dan dilaksanakan pada tahun ketujuh dan kedelapan masing-masing 1 (satu) bulan bagi pekerja/buruh yang telah bekerja selama 6 (enam) tahun secara terus-menerus pada perusahaan yang sama dengan ketentuan pekerja/buruh tersebut tidak berhak lagi atas istirahat tahunannya dalam 2 (dua) tahun berjalan dan selanjutnya berlaku untuk setiap kelipatan masa kerja 6 (enam) tahun.

Berdasarkan Ayat (2) butir a. sudah dijelaskan bahwa waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja;

2.       Untuk ketentuan jam kerja lembur dihari biasa, silahkan lihat di Kep. 102/MEN/VI/2004 tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur. Pasal (3) ayat pertama dan kedua yang menyatakan sebagai berikut:

(1)   Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 (tiga) jam dalam 1 (satu) hari kerja dan 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu.

(2)   Ketentuan waktu kerja lembur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak termasuk kerja lembur yang dilakukan pada waktu istirahat mingguan atau hari libur resmi.

Jadi berdasarkan ayat pertama sudah dibatasi hingga maksimal 3 (tiga) jam dalam 1 (satu) hari, penyimpangan jam kerja lembur dihari biasa sampai 4 (empat) jam tidak sesuai dengan ketentuan ini.

3.       Untuk menyatakan hari minggu diperhitungkan lembur atau tidak, kita harus terlebih dahulu melihat kepada sistem hari kerja yg dipakai. Apabila hari kerja pertama adalah hari senin, maka hari minggu termasuk kedalam hari off. Namun, apabila sistem hari kerja memasukkan hari minggu sebagai hari kerja, atau hari pertama kerja jatuh mulai hari selasa untuk yg sistem 6 hari kerja : 1 hari off ataupun hari rabu untuk sistem 5 hari kerja : 2 hari off, ini berarti hari minggu tidak diperhitungkan sebagai hari off atau libur, sehingga hari minggu tidak diperhitungkan sebagai lembur. Supaya lebih jelas mengenai cara menghitungnya silahkan Bapak lihat pembahasan saya sebelumnya di Upah Lembur Karyawan Lebih dari 8 Jam dan Perhitungan Lembur.

Demikian pendapat kami semoga dapat membantu Bapak M. Johar Fathoni. Selamat berkarya.

Tags: