Rumus Perhitungan Cuti

Pertanyaan :

1. Bagaimana rumus perhitungan cuti yang sebenarnya? 2. Dalam setahun kan ada 12 x cuti, jika karyawan masuknya bulan Juni 2012 kira-kira brp hari cuti yang bisa dia ambil pada februari 2013? Dan bagaimana pula perhitungannya jika karyawan tersebut pada hari besar tanggal merah kalender tetap masuk kerja, misalnya bulan Januari 2013 ada 2 hari tanggal merah, apakah nanti jumlah cutinya ditambahkan dengan yang 2 hari itu???.. Note: perusahaan saya dalam seminggu 6 hari kerja, hanya hari minggu saja liburnya.. Mohon penjelasannya trims


Jawaban :

Dear Mbak Tika,

Q1: bagaimana rumus perhitungan cuti yang sebenarnya?

A1: Menurut ketentuan Pasal 79 ayat (2) huruf c UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang berbunyi:

“Cuti tahunan, sekurang-kurangnya 12 (dua belas) hari kerja setelah pekerja/buruh yang bersangkutan bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus-menerus.” Berdasarkan ketentuan tersebut, maka pengusaha wajib memberikan waktu cuti tahunan kepada pekerja sekurang-kurangnya 12 hari kerja.

Q2: dalam setahun kan ada 12x cuti, jika karyawan masuknya bulan juni 2012 kira-kira brp hari cuti yang bisa dia ambil pada februari 2013 ? dan bagaimana pula perhitungan nya jika karyawan tersebut pada hari besar tgl merah kalender tetap masuk kerja , misalnya bln januari 2013 ada 2 hari tanggal merah ,apakah nanti jumlah cuti nya ditambah kan dgn yg 2 hari itu???..

note : perusahaan saya dalam seminggu 6 hari kerja, hanya hari minggu saja liburnya.

A2: Mengacu pendapat kami pada pertanyaan Mbak Tika yang pertama, maka karyawan baru mendapatkan hak cuti tahunan sebanyak 12 hari kerja yaitu setelah karyawan tersebut bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus. Berarti bila masuk bekerjanya bulan Juni 2012 maka dia baru berhak mendapatkan cuti tahunan sebanyak 12 hari kerja setelah bulan Mei 2013. Sehingga pada bulan Februari 2013 dia belum berhak mendapatkan cuti.

Namun perlu diingat, apabila Perusahaan Mbak Tika saat ini mengatur ketentuan mengenai cuti tahunan di dalam peraturan perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama yang memberikan prosedur untuk mendapatkan cuti tahunan lebih baik pengaturannya dibandingkan dengan ketentuan Pasal 79 ayat (2) huruf c diatas, maka yang berlaku adalah peraturan perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama di tempat Mbak Tika bekerja. Berarti Mbak Tika harus melihat ketentuan mengenai cuti tahunan yang berlaku saat ini ditempat Mbak Tika.

Karena ada beberapa perusahaan yang memberikan cuti tahunan lebih banyak dari 12 hari kerja, bisa 14 hari kerja bahkan ada juga yang 28 hari kerja, namun tetap dalam ketentuan setelah bekerja selama 12 bulan berturut-turut. Ada juga beberapa perusahaan yang mengatur dalam Peraturan Perusahaan maupun Perjanjian Kerja Bersamanya mengatur hak cuti tahunan tidak harus menunggu masa kerja 12 bulan berturut-turut, misalnya setelah masa kerja 3 bulan atau 6 bulan berturut – turut sudah berhak mendapatkan cuti tahunan yang biasanya dihitung prorata, sama seperti 12 bulan berarti 12 hari, maka 3 bulan berturut-turut berarti cuti 3 hari kerja, 6 bulan berturut-turut berarti cuti 6 hari kerja dan seterusnya.

Mengenai masuk kerja pada hari besar tanggal merah, tidak berlaku ketentuan mengenai cuti tahunan. Namun yang lebih tepat lagi mengacu kepada perhitungan upah lembur. Artinya setiap karyawan yang bekerja pada hari liburnya, maka berhak untuk mendapatkan upah lembur bukan mendapatkan tambahan cuti tahunan.

Demikian pendapat kami semoga dapat membantu Mbak Tika. Selamat berkarya.

 

 

*) David Tampubolon adalah Senior Consultant Opus Management

Tags: