Perhitungan Pesangon Sesuai UU No 13 Th 2003

Pertanyaan :

Untuk perhitungan pesangon yang berdasar kepada Pasal 164 (Efisiensi)UU No 13 Th 2003 ayat 3, dasar untuk perkalian untuk uang pengganti Hak yang besarannya 15% itu yang mana, 1. apakah dari nilai dasar perhitungan pesangonnya. 2. atau nilai total dasar pesangon setelah di kalikan 2 (Efisiensi) Demikian pertanyaannya, mohon penjelasannya. Terima kasih


Jawaban :

Berikut ini adalah Pasal 164 ayat 3 UU No. 13 Tahun 2013:
“Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja/buruh karena perusahaan tutup bukan karena mengalami kerugian 2 (dua) tahun berturut- turut atau bukan karena keadaan memaksa (force majeur) tetapi perusahaan melakukan efisiensi, dengan ketentuan pekerja/buruh berhak atas uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4)”.

Dengan kata lain, pemberian pesangon mengacu pada penghitungan masa kerja. Kemudian, terkait dengan Pasal 156 ayat 4 butir c UU No. 13 Tahun 2003 mengenai “penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan yang ditetapkan 15 persen dari uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja yang memenuhi syarat”.

Disebutkan nilai dasar perhitungannya adalah dari uang pesangon, yang seharusnya diterima dan berdasarkan perhitungan sehubungan dengan masa kerja di bawah ini.
Berikut ini adalah Pasal 156 UU No. 13 Tahun 2003, terkait dengan perhitungan uang pesangon:

a. Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, 1 (satu) bulan upah;
b. Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2 (dua) bulan upah;
c. Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun, 3 (tiga) bulan upah;
d. Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 (empat) tahun, 4 (empat) bulan upah;
e. Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 (lima) tahun, 5 (lima) bulan upah;
f. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 6 (enam) bulan upah;
g. Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) tahun, 7 (tujuh) bulan upah.
h. Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 (delapan) tahun, 8 (delapan) bulan upah;
i. Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, 9 (sembilan) bulan upah.

Demikian semoga bermanfaat.

Tags: ,