Penghitungan Hari Kerja dan Pembayaran Gaji

Pertanyaan :

Siang mbak Wiwiek, saya mau tanya nih, di kantor saya penghitungan gaji adalah tanggal 1 - 30 sedangkan pembayaran gaji adalah di tanggal 6, maka untuk penghitungan tanggal 1 - 5 dibayarkan pada bulan berikutnya. Dalam kontrak kerja yang kami tetapkan penghitungan hari kerja adalah 26 hari kerja, dengan asumsi jika pada bulan tersebut ada hari besar dan hari minggu, maka tetap dihitung 26 hari kerja, namun jika pada bulan tersebut tanggalan sampai dengan tanggal 31 maka perusahaan membayarkan sebanyak 27 hari kerja. Pertanyaan saya, bagaimana dengan penghitungan di bulan februari (dimana pada bulan tersebut harinya berjumlah 26, dan hari efektif kami bekerja adalah 24) apakah kami harus menghitung sama dengan 26 atau 24 ya mbak? Thanks atas jawaban dari mbak wiwiek  


Jawaban :

JAWAB:
Penggajian memang merupakan kebijakan perusahaan sehingga masing-masing perusahaan berhak menetapkan besaran dan mekanisme penggajian. Yang dilindungi oleh perundangan yang berlaku adalah gaji tidak boleh kurang dari UMP yang ditetapkan pemerintah, dan komposisi gaji diatur agar besarnya tunjangan maksimal 25% dari gaji total – gaji pokok tidak boleh kurang dari 75% dari total gaji yang diterima. Satu hal lagi yang penting adalah, mekanisme dan sistem  penggajian seyogyanya disampaikan pada karyawan agar jelas.
Terkait dengan sistem penggajian di perusahaan anda yang cukup unik, saya hanya bisa membantu dari logika saja, sbb:• Untuk 30 hari dalam sebulan –> jumlah hari kerja 26• Untuk 31 hari dalam sebulan –> jumlah hari kerja 27
Artinya penghitungan hari kerja adalah jumlah hari pada bulan tersebut dikurangi 4 hari, maka:Untuk 28 hari dalam sebulan –> jumlah hari kerja 24 (28-4)
Demikian disampaikan, semoga bisa membantu.