Pemotongan Gaji Karena Absen

Pertanyaan :

Bagaimana cara perhitungan potongan absen karyawan, apabila karyawan tidak dapat tunjangan, hanya UMK. Apakah kita boleh potong langsung dari UMK - contoh: 2.162.400/30 atau 72080/hari    


Jawaban :

Jawaban:

Dalam hal ini, perlu informasi yang lebih rinci. misalnya adakah peraturan perusahaan tertulis yang mengatur tentang potongan bagi karyawan yang tidak dapat melakukan pekerjaan atau adakah pasal di dalam kontrak kerja antara Perusahaan dan karyawan yang disepakati bersama yang menerangkan mengenai ketentuan potongan karena hal tersebut di atas.

Secara umum bahwa di dalam UU no. 13 tahun 2003 – pasal 93 mengatur mengenai hubungan antara upah dan kaitannya dengan pekerja/buruh yang tidak dapat melakukan dengan beberapa kondisi/keadaan.

Tidak semua kondisi di mana karyawan yang tidak dapat melakukan pekerjaan dapat dipotong upahnya oleh perusahaan.

Misalnya: dalam pasal 93 ayat 3 huruf a di mana karyawan tidak dapat melakukan pekerjaan karena sakit. Maka perhitungan upah dibayar akan mengikuti aturan sesuai dengan bulan karyawan tersebut tidak dapat melakukan pekerjaan.

Sedangkan untuk ayat 2  huruf c dan ayat 4 maka upah akan tetap dibayarkan apabila si karyawan tersebut tidak dapat melakukan pekerjaan.

Jika upah karyawan dalam 1 bulan adalah Rp. 2,162,400.- (gross)

Kondisi sakit dan tidak dapat melakukan pekerjaannya dari bulan Januari sampai dengan Mei 2013.

maka:

untuk bulan Januari sampai dengan April 2013, Perusahaan tetap membayar 100% upah karyawan.

Untuk bulan Mei 2013 maka perhitungannya adalah:

Pembayaran upah si karyawan bersangkutan di bulan Mei 2013 adalah

75% dari upah Rp. 2,162,400 = Rp. 1,621,800 (gross)

Untuk Perusahaan yang di dalam peraturan perusahaannya telah membuat pengaturan pelaksanaan untuk potongan bagi karyawan yang tidak dapat melakukan pekerjaan, biasanya secara umum adalah perusahaan melakukan perhitungan adalah dihitung dari jumlah hari karyawan tidak dapat melakukan pekerjaan dibagi jumlah hari kerja dalam sebulan apabila upahnya adalah upah bulanan tetapi, dan apabila upah yang diterima adalah upah harian maka secara prakteknya akan lebih mudah.

Untuk pekerja yang ditahan oleh pihak yang berwajib sesuai pasal 160 maka pengaturannya mengenai upah karyawan akan berbeda.

Juga perlu memperhatikan peraturan bagi pekerja yang mangkir didalam pasal 168 UU 13 tahun 2003.

 

*) Josephine Regina adalah HR Performance and Reward Head di industri perbankan lokal.

Tags: ,