Kerja 15 Tahun, Jamsostek Baru Dibayarkan 5 Tahun

Pertanyaan :

Dear, Saya butuh pencerahan, bagaimana jika karyawan resign atau pensiun setelah bekerja lebih dari 15 tahun, sedangkan pembayaran jamsostek (JHT) karyawan baru diikutkan selama sekitar 5 tahun yang lalu. 1. Apakah perusahaan harus membayar iuran JHT kepada karyawan yang seharusnya dibayarkan oleh perusahaan sejak karyawan tersebut bergabung mengingat ybs baru didaftarkan Jamsostek 5 tahun terakhir? 2. Apakah Ybs berhak mendapatkan uang pensiun, karena perusahaan belum mengikut sertakan karyawan ke dalam program dana pensiun. Karena saya pernah membaca dalam UU No.11 tahun 1992 mengenai Dana Pensiun, selain mengatur mengenai hak manfaat pensiun normal dan wajib, juga mengatur mengenai hak atas manfaat pensiun dipercepat dan manfaat pensiun ditunda serta manfaat pensiun cacat. Disebutkan ada “program pensiun dini” dengan hak memperoleh manfaat pensiun dipercepat, manfaat pensiun ditunda atau manfaat pensiun cacat sesuai dengan konteksnya. Dengan ada nya aturan tersebut apakah karyawan berhak atas dana pensiun (yang ditunda) atau ini hanya berlaku bagi perusahaan yang sudah mengikutsertakan karyawan dalam program dana pensiun? Demikian pertanyaan saya. Terima kasih. Hormat saya, Okky


Jawaban :

Dear Okky,

Berdasarkan UU dan peraturan pemerintah yang mengatur tentang Jamsostek bahwa Perusahaan wajib untuk mengikutsertakan karyawan dalam kepesertaan Jamsostek.

Atas dasar pertimbangan kepatuhan maka dapat terjadi bahwa akan terdapat kewajiban bagi perusahaan untuk membayarkan keseluruhan iuran JHT yang terhutang sejak efektif karyawan tsb bergabung. Sebaiknya hal ini dikonsultasikan kepada HR IR untuk lebih jelasnya termasuk prosedur dan proses lebih lanjut.

Berdasarkan UU no. 13/2003 bahwa pemutusan hubungan karena memasuki usia pensiun berhak atas uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan atas uang penggantian hak. Akan tetapi apabila perusahaan telah mengikutkan pekerja pada program pensiun yang iurannya dibayar penuh oleh pengusaha maka dana pensiun yang preminya dibayar oleh pengusaha dapat diperhitungkan terhadap uang pesangon.

Apabila perusahaan tidak mengikutkan karyawan ke dalam program pensiun maka pengusaha harus  membayar keseluruhan uang pesangon berdasarkan UU no. 13 tahun 2003.

Program pensiun adalah suatu tambahan benefit bagi karyawan yang diberikan oleh perusahaan (bukan suatu keharusan bagi perusahaan untuk mengikutsertakan karyawan kedalam program pensiun)

Semoga dapat membantu.

*) Josephine Regina adalah HR Performance and Reward Head di industri perbankan lokal.

Tags: