Kapan Waktu Ideal untuk Kenaikan Gaji Karyawan?

Pertanyaan :

Kapankah waktu ideal untuk kenaikan gaji karyawan dalam suatu perusahaan?


Jawaban :

Ysh Bapak RM. Badarudin,

Kompensasi adalah hal yang penting (meskipun bukan satu-satunya), yang mempengaruhi alasan seseorang bekerja dan betah bekerja di suatu tempat. Sehingga, pengusaha memiliki kewajiban memenuhi standar kompensasi bagi karyawannya, minimal kompensasi dapat digunakan untuk memenuhi pengeluaran karyawan untuk kehidupan sehari-hari dan sebagai penghargaan atas kinerja yang diberikannya bagi perusahaan.

Jenis kompensasi menurut konsep di dalam Mathis dan Jackson (2014), ada yang berupa langsung, antara lainnya adalah gaji pokok (upah atau gaji) dan gaji variabel (bonus, insentif, kepemilikan saham). Sedangkan kompensasi tidak langsung antara lainnya adalah tunjangan (asuransi kesehatan, libur pengganti, dana pensiun dan kompensasi pekerja).

Menilik di atas, gaji pokok biasanya dianggap sebagai orientasi utama dalam kehidupan bekerja, karena keberadaannya yang bisa dijadikan Cash on Hand pada saat payroll. Menyambung perihal gaji, gaji sendiri ada dua tipe atau kategori yakni gaji harian dan tetap. Perlu memahami kedua kategori ini sebelum menetapkan kapan waktu yang ideal untuk mengimplementasikan kenaikan gaji karyawan.

Gaji harian, adalah gaji yang diberikan berdasarkan waktu kerja, dengan kata lain jika karyawan tidak bekerja dalam satu hari maka karyawan tidak berhak menerima pembayaran gaji. Praktik pemberian gaji harian biasanya untuk pekerjaannya yang menurut keahlian tertentu, dan bahkan dalam pengikatan kerja tidak jarang tidak disertai Perjanjian Kerja, dan nilainya merupakan konversi dari jumlah jam bekerja atau pengganti uang makan.

Gaji tetap, adalah gaji yang diberikan secara konsisten pada tanggal tertentu. Gaji ini tidak memperhatikan jumlah jam kerja, dan nilai penetapan gaji ini sudah disepakati di awal pemberian kerja dari pengusaha ke karyawan, dan disepakati bersama dalam Perjanjian Kerja.

Di antara kedua jenis gaji ini, gaji tetap yang biasanya lazim membutuhkan kenaikan gaji berkala (meskipun bukan berarti penerima gaji harian tidak memerlukan kenaikan).  Meskipun demikian, kata “berkala” dapat dimaknai sebagai “berulang-ulang pada waktu yang tentu dan beraturan” atau ajek. Di antaranya yang dapat dijadikan sebagai waktu yang ideal untuk menerapkan kenaikan gaji adalah sesuai periode penyusunan budget.

For companies on a calendar fiscal year (January through December), many are now planning out their budgets for “the coming year”. During this time your manager will be predicting spending for marketing, advertising, inventory, and yes, payroll. They’re busy looking at what they overspent and underspent in various categories this past year, and are moving numbers around to make everything balance out. Asking for a raise may give them time to allocate more funds to salaries (Hopkinson, Salary.com – diedit)

Dengan kata lain, pada saat perusahaan menyusun penganggaran sebaiknya ditentukan derajat kenaikan gaji dengan mempertimbangkan nilai total outcome tahun berjalan. Kemudian, hal ini akan menjadi dasar berapa prosentase kenaikan gaji, yang kemudian diterapkan pada saat tahun anggaran berjalan, ini merupakan sudut pandang dari perusahaan. Selanjutnya, secara jujur dapat disampaikan terkait dengan  kapan waktu yang tepat untuk menerapkan kenaikan gaji sebaiknya melihat dari dua sisi, sisi perusahaan dan sisi pekerja/karyawan. Seringkali dalam praktiknya, sisi yang dilihat menjadi berat sebelah sehingga tidak terjadi keseimbangan antara pandangan perusahaan dengan pekerjanya.

Kemudian, jika dilihat dari sisi pekerja/karyawan, dasar lain ini yang dapat digunakan sebagai waktu untuk menerapkan kenaikan gaji adalah dengan menggunakan kerangka berpikir nasional, yakni dengan disesuaikannya angka Upah Minimum secara nasional. Upah Minimum (UM) disusun berdasarkan dinamika Standar Kebutuhan Hidup Layak di suatu daerah. Bisa jadi belum banyak yang mengetahui bahwa, KHL diatur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 13 tahun 2012, yang menetapkan bahwa KHL menghitung 60 komponen yang harus dipenuhi dalam penetapan upah buruh. Meskipun disebut upah buruh, namun hal ini dapat diterapkan pada jenis pekerjaan tingkat apapun, perlu diketahui 60 komponen tersebut melingkupi antara lainnya: sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, transportasi dan rekreasi.

Selanjutnya, yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan kenaikan gaji adalah dengan melihat perkembangan nilai inflasi Negara, meskipun hal ini sebenarnya hampir sama penjelasannya dengan dasar penetapan Upah Buruh.

Meskipun demikian, sebaiknya perusahaan juga tetap perlu mengkomunikasikan kepada pekerjanya, dalam hal produktivitas yang diharapkan agar peningkatan gaji nantinya juga ideal dengan kewajiban yang perlu dilakukan pekerja kepada perusahaan. Akhir kata, waktu yang ideal untuk menaikkan gaji adalah, pada saat adanya kecenderungan peningkatan kebutuhan pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Semoga bermanfaat

Tags: ,