Hitungan Lembur Bila Pekerja Masuknya Tidak Lengkap

Pertanyaan :

Kalau pekerja tidak lengkap masuk dalam satu minggu, tanpa ijin (alpa),,artinya kurang dari 40 jam kerja.  Apakah dalam kondisi seperti itu jika pekerja lembur jika pada minggu tsb ada yang bersangkutan kerja lebih dari 8 jam sehari. Terima kasih


Jawaban :

Terima kasih untuk pertanyaannya, kami akan mencoba menjawab pertanyaan yang Ibu berikan sebagai berikut:

1. Langkah pertama yang biasanya kita lakukan adalah membedakan atau membagi antara Hari Kerja dengan Hari Off. Polanya bisa mengikuti pola pertama 5 (lima) hari kerja dan 2 (dua) hari off atau pola kedua 6 (enam) hari kerja dan 1 (satu) hari off. Atau menggunakan pola yang lebih baik dari itu, dengan acuan/koridor tetap dalam seminggu adalah 40 (empat puluh) jam kerja.

2. Langkah kedua yang kita lakukan adalah membuat prosedur atau ketentuan untuk masing-masing kondisi. Misalnya untuk hari kerja kondisinya bagaimana sedangkan untuk hari off kondisinya bagaimana. Tolong jangan dicampur atau dibulak balik. Nanti yang akan sulit adalah Ibu Tiur kembali.

3. Langkah ketiga yang harus kita lakukan adalah menerapkan atau mengimplementasikan kondisi tersebut. Karena kalau aturan tidak kita terapkan, maka hanya akan menjadi “Tulisan di Buku” saja.

Kini kita kembali kepada pertanyaan yang Ibu Tiur berikan,

1. Saya kutip pertanyaan Ibu Tiur sebagai berikut “Kalau pekerja tidak lengkap masuk dalam satu minggu, tanpa ijin (alpa),,artinya kurang dari 40 jam kerja”. Mungkin maksud Ibu Tiur adalah ada karyawan yang tidak masuk kerja (bukan karena ijin atau alpa, mungkin dikarenakan hal lain, misalnya sakit atau banjir) sehingga dalam kurun waktu seminggu yang sama maka jam kerjanya kurang dari 40 (empat puluh) jam kerja. Maka ketentuan/aturan yang saat ini ada dalam perusahaan dimana Ibu Tiur berkarya seperti apa? Misalnya apakah ada ketentuan “No work No Pay” atau ada “potongan” terkait hal ini, atau tidak ada masalah/kendala/potongan terkait hal ini alias ditanggung oleh Perusahaan terhadap beban yang terjadi. Ini semua mengikuti ketentuan/aturan tidak masuk pada hari kerja.

2. Saya kutip kembali point berikutnya “Apakah dalam kondisi seperti itu jika pekerja lembur jika pada minggu tsb ada yang bersangkutan kerja lebih dari 8 jam sehari”. Mungkin maksud Ibu Tiur adalah ada karyawan yang tadi disebutkan dalam point pertama, dengan asumsi saya kalau Ibu Tiur menyebutkan bekerja 8 (delapan) jam sehari maka hal ini mengacu kepada pola pertama 5 (lima) hari kerja dan 2 (dua) hari off, sehingga apabila lebih dari 8 (delapan) jam kerja dalam sehari maka dihitung lembur pada hari kerja. Oleh karena itu, Ibu Tiur mencoba melakukan “perhitungan” dengan menukar jam lemburnya menjadi jam kerja dikarenakan ybs bekerja lebih dari 8 (delapan) jam dalam sehari dan dalam kurun waktu minggu tersebut ybs pernah tidak masuk kerja.

Maka hal ini yang kami tidak sarankan Ibu Tiur lakukan, karena berdasarkan ketentuan yang ada (mungkin juga sama seperti di dalam perusahaan dimana Ibu Tiur berkarya) maka hal ini akan masuk kedalam ketentuan lembur di hari kerja. Kecuali dalam internal perusahaan Ibu sudah dibuatkan peraturan perusahaan terkait hal ini dan sudah didaftarkan serta disetujui oleh Suku Dinas tenaga kerja setempat baru boleh diterapkan atau diberlakukan.
Demikian pendapat kami semoga dapat membantu Ibu Tiur. Selamat berkarya.
David Tampubolon

Tags: ,