Apakah Perusahaan Wajib Bayar THR bila Merugi?

Pertanyaan :

Ass Wr Wb Bu Wiwiek bos saya mengatakan: THR, kalau dilihat dari Peraturan Pemerintah memang yang akan dapat adalah yang sudah bekerja selama 3 bulan (dihitung proporsional). Tapi jangan lupa bahwa, sesuai dengan Perjanjian Kerja yang kita semua sepakati bersama pada saat kita mulai bekerja di perusahaan ini bahwa kita semua akan tunduk pada Peraturan Perusahaan yang berlaku diperusahaan ini. Saya sudah sampaikan bahwa 3 bulan pertama kita kerja di perusahaan ini, belum dihitung sebagai masa kontrak kerja kita tetapi masih masuk sebagai Masa Training. Setelah masa training lewat/lulus, maka kita baru akan masuk tahapan masa kontrak kerja selama 1 tahun. Dan ini sudah kita sepakati  bersama sebelum mulai bekerja di perusahaan ini. Tolong ini disosialisasikan ke semua team kita. Apalagi seperti yang sudah berkali-kali saya sampaikan bahwa semua juga sangat bergantung erat dengan profit perusahaan kita. Akan tetapi saya juga menghargai kinerja dari beberapa karyawan yang sudah melewati masa training dan memberikan kinerja yang baik bagi perusahaan. Akan ada kebijakan dari perusahaan untuk hal tersebut (khusus bagi karyawan yang melewati masa training dan memberikan kinerja yg baik). Sepengetahuan saya, banyak sekali perusahaan (baik yang besar maupun yang kecil) yang memberlakukan masa kerja 6 bulan baru dapat THR. Ini bisa dibuktikan kog. Malah ada yang sampai tidak dapat memberikan THR karena perusahaan merugi dan tidak dapat profit. Ini juga bisa kita buktikan. Beruntung perusahaan kita walaupun merugi, masih bisa memberikan THR pada karyawannya. Pertanyaannya : adakah hak saya untuk dapat THR sesuai dengan aturan pemerintah? Demikian pertanyaan ini saya sampaikan, mohon maaf tulisannya panjang sekali. Terima kasih.


Jawaban :

Peraturan mengenai THR mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja no.  PER-04/MEN/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja di Perusahaan.  (peraturan tersebut dapat Anda akses di sini).

Hal yang perlu diperjelas terlebih dahulu dalam kasus Anda, adalah status bekerja 3 bulan yang oleh perusahaan dianggap sebagai masa training. Dalam pasal 1 c peraturan tsb. diatas disebutkan: ”Pekerja adalah tenaga kerja yang bekerja pada Pengusaha dengan menerima upah”. Apabila selama 3 bulan tersebut Anda mendapatkan gaji / upah, maka masa tersebut bukanlah masa training, namun sebagai masa kerja. Sebagai pekerja Anda berhak mendapatkan THR apabila Anda sudah bekerja selama 3 bulan secara terus menerus.  Mengenai keterbatasan perusahaan dalam memberikan THR, diatur pada pasal 7. Dalam hal ini perusahaan harus meminta ijin / melapor kepada Depnaker 2 (dua) bulan sebelum Hari Raya untuk tidak memberikan THR sebesar peraturan, nanti pihak Depnaker akan mempertimbangkan besarnya jumlah THR, bukan memberikan ijin untuk tidak memberikan THR. Terkait dengan kesepakatan, hal-hal yang tidak mengacu pada ketentuan yang berlaku maka kesepakatan tersebut batal demi hukum. Dengan demikian, Anda berhak atas THR setelah bekerja tiga bulan secara terus menerus atau lebih. Demikian disampaikan, semoga jelas.