Bolehkah Menurunkan Gaji Karena Jabatan Turun?

Pertanyaan :

Jika ada karyawan yang sistem penggajiannya borongan (berdasarkan suatu hasil pekerjaan tertentu), mengalami penurunan jabatan yang mengakibatkan gaji yang diterimanya juga menurun, apakah hal ini tidak bertentangan dengan hukum? Apakah ada pedoman bahwa jabatan boleh turun namun gaji tidak boleh?


Jawaban :

Upah merupakan imbalan dari pengusaha bagi pekerja atas pekerjaan yang dilakukannya. Undang-undang tidak mengatur besarnya upah yang diterima pekerja kecuali tentang Upah Minimum (pekerja tidak boleh menerima upah lebih rendah dari Upah Minimum yang ditentukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan).

Besarnya upah merupakan kesepakatan antara pengusaha dengan pekerja. Pekerja berhak menolak bila upah yang ditetapkan pengusaha dianggap tidak sesuai; dan, pengusaha juga berhak menolak atas tolakan pekerja tersebut. Bila terdapat perbedaan kepentingan seperti ini maka solusinya adalah melalui negosiasi para pihak.

Upah pekerja sifatnya individual. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, maka pengusaha berhak menurunkan upah pekerja apabila pengusaha menganggap bahwa kinerja pekerja tidak sesuai dengan upah yang diberikan. Hukum tidak mengatur besaran upah dan tidak mengatur/melarang penurunan upah yang dilakukan oleh pengusaha.