Biaya Pengobatan Karyawan Melebihi Plafon Perusahaan

Pertanyaan :

Karyawan kami mengalami kecelakaan kerja. Ternyata biaya yang muncul melebihi plafon perusahaan. Apakah kami wajib membiayai kelebihannya? Hasil konsultasi dengan beberapa orang dari Disnaker, mereka mengatakan perusahaan berkewajiban memberikan pengobatan sampai sembuh. Menurut mereka itu mengacu pada UU atau peraturan lain, tapi saya lupa nomornya. Mohon penjelasannya.


Jawaban :

1. Penjelasan Disnaker benar, namun tidak terdapatkan ketentuan yang secara tegas menyatakan bahwa "perusahaan memberikan pengobatan bagi pekerja yang sakit karena kecelakaan kerja sampai sembuh".

2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor: Per – 2/Men/VI/2007 Tentang Petunjuk Teknis Pendaftaran Kepesertaan, Pembayaran Iuran, Pembayaran Santunan dan Pelayanan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Pasal 13 ayat (4) berbunyi:

Sambil menunggu penetapan menteri sebagaimana dimaksud ayat (3) dan tenaga kerja dinyatakan sembuh oleh dokter yang merawat, Badan Penyelenggara membayar biaya penggantian pengangkutan, pengobatan, perawatan dan santuan sementara tidak mampu bekerja kepada pengusaha, sedangkan santuan cacat baru dibayarkan setelah ada penetapan menteri.

3. Berdasarkan ketentuan di atas, pekerja yang sakit karena kecelakaan kerja berhak atas pengobatan, perawatan dan santunan untuk periode selama yang bersangkutan tidak dapat bekerja. Biaya ditanggung oleh Badan Penyelanggara (Jamsostek) dibayarkan ke pengusaha. Pengusaha wajib membiayai lebih dulu biaya perawatan. Perawatan sakit berlangsung terus sampai sembuh atau bila ternyata pekerja menjadi cacad (berdasarkan penetapan menteri). Untuk cacat sebagian yang tetap, pekerja mendapat ganti rugi sesuai tabel Jamostek.