Bagaimana Menghitung Pesangon untuk Direksi?

Pertanyaan :

Saya ingin menanyakan mengenai penghitungan pesangon bagi Direksi, apakah penghitungannya sama dengan karyawan biasa atau ada perbedaan? Mohon juga dijelaskan dasar hukumnya. Lalu, apakah direktur yang meninggal dunia mendapatkan uang pesangon atau uang jasa/penghargaan? Dan, apakah sama dengan penghitungan pesangon bagi karyawan yang diatur dalam UU Tenaga Kerja? Terima kasih.


Jawaban :

1. Perusahaan yang berbadan hukum (PT) memiliki tiga organ yaitu RUPS, Direksi, dan Komisaris. Tugas Direksi adalah melakukan pengurusan operasional perusahaan. (UU No 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas).

2. Untuk mengurus perusahaan, Direksi tidak dapat melakukannya sendiri oleh karena itu Direksi dalam Anggaran Dasar PT diberikan kewenangan untuk mengangkat pekerja dan memberhentikan. Hubungan hukum antara Direksi dengan pekerja masuk dalam ranah hukum Ketenagakerjaan, antara lain berdasarkan UU No 13 tahun 2003. Pemutusan hubungan kerja pekerja oleh anggota Direksi atau seseorang yang bertindak untuk dan atas nama Direksi, dapat menimbulkan hak pekerja untuk mendapatkan pesangon dll pembayaran sesuai UU No 13 tahun 2003.

3. Hubungan kerja antara Direksi dengan RUPS berdasarkan UU No 40 tahun 2007, bukan masuk dalam ranah UU No 13 tahun 2003. Besaran pesangon dan pembayaran bagi Direksi bila diberhentikan dari jabatannya oleh RUPS diatur dalam Anggaran Dasar PT yang disetujui oleh RUPS.