Bagaimana HRD Menghadapi Karyawan Yang Tidak Puas

Pertanyaan :

Selamat Siang,
Mohon maaf sebelumnya bila ada kekurangan atau kesalahan atas penyampaian saya.
Saya pegawai swasta berusia 31 tahun dengan jabatan sebagai GA & HRD. Saya baru beberapa bulan ini diposisikan sebagai HRD dan pekerjaan HRD tersebut adalah bidang baru bagi saya, terus terang saya buta mengenai HRD yang membuat saya harus belajar mengenai dunia HRD.
Perusahaan tempat saya bekerja berdiri sejak tahun 2006, memiliki cabang sebuah executive lounge yang terbentuk pada Mei 2009 dan catering yang terbentuk pada Agustus 2009. Dipimpin oleh manajemen (direktur, manajer marketing, manajer operasional, manajer akunting, GA & HRD, PR, Head Cook) yang berusia muda dan masih baru di bidang yang kami kerjakan, kecuali untuk jabatan manajer operasional, akunting, dan head cook. Total pegawai 41 orang.
Secara garis besar sejak lounge kami berdiri dan beroperasi kemudian dilanjutkan dengan terbentuknya catering, pemenuhan lahiriah seperti
pemasukan berupa uang mengalami peningkatan cukup bagus, namun pemenuhan batiniah masih banyak kekurangan. Yang dimaksud pemenuhan batiniah disini adalah kenyamanan kerja dari pegawai sangat kurang seperti terjadi banyak sikut-sikutan di antara pegawai lama & baru, merasa tidak puas dengan kompensasi yang diberikan meskipun sudah ada peningkatan gaji yang cukup sesuai kemampuan perusahaan, kejujuran yang kurang terutama mengenai uang, mementingkan diri sendiri, dan yang paling besar masalahnya menurut saya adalah pimpinan di lounge ingin mengontrol manajemen pusat seperti menghasut staf lounge untuk memprotes tiap keputusan manajemen pusat padahal manajemen pusat memutuskan untuk kemajuan perusahaan dan menguntungkan semua pihak.
Hingga email ini dibuat, pegawai di level bawah selalu "berteriak" dengan masalah tersebut di atas yang terjadi berulang dan tidak pernah ada
penyelesaian.
Setelah saya perhatikan, ada 4 kelompok di perusahaan ini yaitu direktur utama, akunting & hrd, marketing & pimpinan operasional lounge, dan yang memilih netral. Akunting & HRD bekerja untuk kemajuan perusahaan tanpa menuntut imbalan yang melebihi kewajaran & kemampuan perusahaan, marketing & pimpinan operasional lounge lebih banyak ingin mengontrol perusahaan yang menurut mereka manajemen ini masih tahap trial & error, direktur kurang bisa menjadi pimpinan yang tegas terutama yang menyangkut permasalahan di lounge direktur terkesan dikontrol atau takut bila memutuskan yang sesuai aturan kepada manajer operasional lounge.
Secara pribadi, saya sudah buntu untuk mencari solusi yang sedikit menyenangkan batin semua pegawai karena terbentur pada keputusan direktur.
Saya sempat berniat untuk mengundurkan diri dari perusahaan ini dengan harapan HRD yang baru bisa menyelesaikannya, namun saya batalkan karena saya berniat untuk berkembang & maju bersama perusahaan ini. Mungkin bisa dibilang, saya cinta mati dengan perusahaan ini.
Saya mohon saran dari bapak atas bagaimana solusi yang terbaik.
Terima kasih


Jawaban :

Jawaban:

Kondisi/suasana tempat kerja sebagaimana yang anda uraikan menunjukkan bahwa kepemimpinan/leadership Direktur sebagai orang nomor satu di executive lounge tersebut sangat lemah. Ada baiknya Direktur ybs belajar dulu tentang ilmu leadership termasuk tentang bagaimana menjadi Direktur yang profesional dapat mengembangkan dan mengarahkan semua staf dan pekerja yang berada di bawah kepemimpinannya dengan baik, solid, dan kompak. Lemahnya kepemimpinan Direktur ybs wajar saja bila anak buahnya mengatur sendiri-sendiri sesuai dengan selera dan kepentingannya. Direktur tidak hanya dituntut kemampuannya untuk mengembangkan usaha perusahaan, namun tidak kalah pentingnya juga harus mempunyai kemampuan leadership yang memadai.

Hal lain, dari sisi Undang-Undang Ketenagakerjaan, UU No 13 tahun 2003 Pasal 106, mengatur bahwa perusahaan yang mempekerjakan 50 orang atau lebih diwajibkan untuk membentuk Lembaga Kerja Sama Bipartit (LKS Bipartit).
Tujuan utama dibentuknya LKS Bipartit adalah untuk menciptakan ketenangan kerja melalui komunikasi yang efektif antara manajemen dengan pekerja.
Detail untuk cara membentuk LKS Bipartit dapat ditanyakan ke Disnaker setempat (tidak mungkin saya uraikan dalam jawaban ini, akan menjadi terlalu panjang). Dengan pekerja perusahaan nantinya akan mencapai 50 orang maka pembentukan LKS Bipartit menjadi wajib. Namun dengan kondisi pekerja 43, membentuk LKS Bipartit juga tidak menyalahi peraturan. Silakan, anda yang menangani bidang HR segera menghubungi Disnaker setempat untuk konsultasi tentang pembentukan LKS Bipartit.