Bagaimana Cara Membuat Pola Karir Karyawan?

Pertanyaan :

Bagaimana cara membuat pola karir karyawan dimana kondisi saat ini umur dari pada karyawan rata-rata hampir sama, dan pola karir yang cepat seperti apa ?


Jawaban :

Halo Pak Restu, pada prinsipnya, membangun pola karir harus dimulai dengan menentukan filosofi atau prinsipnya terlebih dahulu.

Salah-satu prinsip atau filosofi utama yang umum dipakai di dalam membuat career plan/career growth atau pola karir karyawan adalah bahwa promosi dan pengembangan karir karyawan didasarkan atas kompetensi dan bukan berdasarkan umur karyawan, kecuali pada pekerjaan-pekerjaan dimana umur menjadi sesuatu yang secara hukum menjadi persyaratan kerja. Bila saya menangkap maksud pertanyaan Pak Restu dengan jelas, menerapkan umur sebagai dasar pengembangan karir karyawan dapat mengurangi motivasi karyawan dalam berprestasi karena promosi pegawai akan bersifat "menunggu" dan akan terjadi berdasarkan senioritas (umur) pekerja.

Paradigma ini dapat dirubah dengan melihat bahwa dengan semakin tingginya umur, maka diharapkan kompetensi pegawai pun akan semakin tinggi, walaupun ini tidak bukanlah jaminan. Dalam hal ini, yang dilihat adalah kompetensi dan bukan umur.

Selain kompetensi, organisasi dapat menerapkan komponen lain di dalam persyaratan jabatan, misalnya diperlukannya sertifikasi-sertifikasi untuk menjabat jabatan-jabatan tertentu, misal: Sertifikasi Manajemen Resiko, Sertifikasi OHSAS; maupun persyaratan sekian tahun pengalaman kerja di bidang tertentu, misalnya "Pernah menjadi Pemimpin Cabang X", atau "Pernah Menjadi Kepala Divisi Keuangan" dan lain-sebagainya. Setelah persyaratan jabatan ditetapkan, organisasi lalu dapat menentukan proses dan pola pergerakan karir pegawai, baik secara horisontal maupun vertikal, berdasarkan pola pergerakan umum di dalam organisasi saat ini, maupun tingkat "kesamaan" dari kompetensi-kompetensi maupun persyaratan lain dari jabatan-jabatan yang ada. Tingkat "kesamaan" kompetensi ini perlu ditetapkan untuk menentukan seberapa fleksibel pegawai dapat pindah dari satu bagian atau disiplin ilmu ke bagian yang lain, dan implikasinya terhadap perencanaan kepegawaian (manpower planning) di dalam organisasi.

Karena setiap organisasi tidak sama, variasi persyaratan jabatan dan pola pengembangan karir bisa demikian beragam, namun yang paling penting adalah konsistensi di dalam aturannya.

Sementara untuk pola karir cepat, metoda pengembangannya akan sama dengan pola karir yang biasa. Perbedaan umumnya terletak pada persyaratan dan pola karir yang dibangun. Persyaratan dan pola karir inilah yang ditetapkan oleh organisasi sesuai dengan kebutuhan organisasi. Kembali, yang penting di dalam semua model ini adalah konsistensi di dalam aturannya.

Semoga membantu.