Asuransi Karyawan Diganti “Reimbursement”

Pertanyaan :

Sejak April 2008 perusahaan tidak lagi mengasuransikan karyawannya tapi mengganti dengan cara reimbursement. Namun, pengajuan klaim dan pembayarannya di-postpone sampai batas waktu yang tidak ditentukan, dengan alasan perusahaan dalam kondisi krisis. Lalu, penghasilan setiap bulan dipotong untuk iuran Jamsostek, tapi ada informasi bahwa sudah lebih dari 6 bulan iuran yang dipotong dari penghasilan tersebut tidak disetorkan kepada PT Jamsostek. Bagaimana kita sebagai karyawan harus bersikap?


Jawaban :

1. Pekerja berhak untuk mendapatkan pembayaran (reimbursement) karena pekerja telah mengeluarkan uang secara pribadi untuk urusan kesehatan. Tentunya, peraturan tentang pola reimbursement ditetapkan secara tertulis, sehingga merupakan hak pekerja yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

2. Bila benar dan terbukti bahwa perusahaan tidak menyetorkan iuran Jamsostek, maka hal ini merupakan pelanggaran undang-undang.

Sehubungan dengan perilaku/sikap perusahaan dalam kedua hal tersebut, perusahaan telah melakukan pelanggaran hukum dan prestasi buruk (wanprestasi). Pekerja dapat melakukan upaya: mengajukan gugatan wanprestasi ke pengadilan perdata untuk masalah dalam butir 1, dan/atau melaporkan perbuatan perusahaan ke Dinas Tenaga Kerja setempat. Disnaker akan memanggil perusahaan untuk dimintai keterangan dan tanggung jawab.