Apa Hubungan antara Performance Appraisal dan Competency Asessment?

Pertanyaan :

Apa bedanya talent management, performance management, competency asessment, dan potential audit? Lalu apakah ada benang merah antara performance appraisal dan competency asessment? Terimakasih atas jawabannya.


Jawaban :

Talent Management secara sederhana dapat dikatakan sebagai manajemen pengembangan, pemeliharaan (retaining) dan menarik minat para pekerja yang berkemampuan tinggi. Kebanyakan perusahaan memiliki perencanaan strategis yang memuat apa yang mau dicapai, bagaimana strategi pencapaiannya, program apa saja yang akan dilaksanakan dan kebijakan seperti apa yang harus ditaati. Untuk dapat merealisasikan perencanaan tersebut, maka diperlukan sejumlah orang dengan kualifikasi yang sesuai dengan tuntutan jabatannya. Tanpa adanya orang dengan kualifikasi yang sesuai, mustahil perusahaan mampu mencapai sasaran-sasaran strategisnya. Proses menjadikan/mendapatkan sejumlah orang tersebut merupakan bagian inti dari talent management.

Proses ini tidaklah hanya pekerjaan departemen SDM, meski peran Departemen SDM sangat signifikan sebagai initiator dan evaluator, tapi merupakan bagian dari pekerjaan para pimpinan di tingkat atas. Talent management haruslah merupakan salah satu strategi usaha yang ditetapkan oleh perushaan, terutama pada situasi persaingan ketat dimana unsur SDM memegang peranan penting. Dalam praktik hal ini dituangkan dengan keharusan bagi setiap manajer/supervisor untuk mengembangkan anak buah mereka.

Performance Management (Manajemen Kinerja) dapat dikatakan sebagai penggerak roda kegiatan organisasi sehari-hari. Siklus performance management mulai, biasanya November akhir, dengan setiap orang dari yang paling tinggi posisinya dalam organisasi hingga level manajer menyatakan kontrak (apa, berapa, bilamana, dan bagaimana kontribusi yang akan diberikannya untuk tahun berikutnya), dengan atasannya. Proses ini disebut dengan istilah perencanaan kinerja ’PLAN YOUR WORK’. Proses ini biasanya memakan waktu sekitar sebulan. Bila telah disetujui, maka perencanaan tadi menjadi dasar implementasi.

Tahap selanjutnya adalah tahap implementasi perencanaan yang disebut ’WORK YOUR PLAN’. Dalam hal ini setiap manajer yang telah menandatangani kontrak, haruslah bekerja berdasarkan apa yang telah dituliskannya dalam perencanaan awal. Pada pertengahan tahun, tergantung dari alamiah perusahaan, dilakukan evaluasi kinerja tengah-tahunan (progress review). Pada proses ini tentu dilakukan koreksi pada rencana-rencana seperlunya. Tahap terakhir dari siklus performance management adalah penilaian kinerja (Performance Appraisal) yang biasanya dilakukan pada pertengahan November. Pada proses ini setiap orang akan dinilai. Tiga tujuan utama dari proses ini yaitu:

1. Memberi informasi kepada setiap orang seberapa bagus kinerja/kontribusi yang ia berikan pada tahun tersebut pada organisasi.
2. Menginformasikan kekuatan dan kelemahan tiap individu dalam bekerja. Informasi ini pada akhirnya akan digunakan untuk kegiatan pelatihan dan pengembangan.
3. Menentukan seberapa besar bonus yang akan diterima oleh karyawan dari perusahaan.

Competency assessment merupakan penilaian kompetensi setiap karyawan. Untuk dapat melakukan pekerjaan dengan baik (mencapai sasarannya), setiap karyawan dituntut untuk memiliki sejumlah kompetensi. Umumnya pernyataan kompetensi apa saja yang harus dimiliki oleh karyawan merupakan salah satu bagian dari sistem performance management. Dalam hal ini, setiap atasan harus mampu menyatakannya kompetensi apa saja yang harus dimiliki tiap anak buah.

Pada saat penilaian karya (Performance appraisal) dilakukan, maka tidak hanya kinerja karyawan saja yang dinilai tapi juga penilaian tentang kompetensi dari karyawan tersebut. Penilaian kompetensi ini biasanya ditujukan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan setiap karyawan pada kompetensi yang telah ditentukan padanya. Hasil penilaian ini akan menjadi masukan pada proses pelatihan dan pengembangan dan juga perencanaan karir.

Potential audit istilah yang jarang kedengaran dalam praktek SDM, sehingga sulit bagi kami untuk menjelaskannya.

Mengenai benang merah performance appraisal dengan competency assessment adalah sebagai berikut. Pelaksanaan: Keduanya, pada umumnya, dilakukan bersamaan (biasanya bulan November akhir). Tujuan Akhir: Yang pertama berupa penilaian tentang seberapa besar kontribusi setiap karyawan pada organisasi (Mengukur output/hasil), sedangkan yang kedua berbicara tentang kualitas input (mengukur kompetensi setiap karyawan pada tiap kompetensi yang telah ditentukan baginya.)