Adakah “Lembur Otomatis” bagi Pekerja Shift?

Pertanyaan :

Apakah ada istilah lembur otomatis menurut Undang-Undang Tenaga Kerja? Pertanyaan ini diajukan karena untuk pekerja shift, yang sifat pekerjaaannya mengharuskan terus-menerus selama 8 jam, maka jam istirahatnya diperhitungkan sebagai lembur otomatis. Apa diperbolehkan menurut undang-undang, pekerja shift bekerja terus-menerus selama 8 jam tanpa ada istirahat?


Jawaban :

Tidak ada istilah lembur otomatis dalam peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan.
 
Tentang pengaturan kerja lembur, lihat Kepmanakertrans No. 102 tahun 2004, Pasal 6 sebagai berikut:
(1) Untuk melakukan kerja lembur harus ada perintah tertulis dari pengusaha dan persetujuan tertulis dari pekerja/buruh yang bersangkutan.
(2) Perintah tertulis dan persetujuan tertulis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dibuat dalam bentuk daftar pekerja/buruh yang bersedia bekerja lembur yang ditandatangani oleh pekerja/buruh yang bersangkutan dan pengusaha.
(3) Pengusaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) harus membuat daftar pelaksanaan kerja lembur yang memuat nama pekerja/buruh yang bekerja lembur dan lamanya waktu kerja lembur.

Tentang ketentuan istirahat dalam jam kerja, lihat Pasal 79 ayat (2) huruf a, UU No 13 tahun 2003. Pekerja berhak atas istirahat minimal 1/2 jam setelah bekerja  selama 4 jam terus menerus. Tidak ada pembedaan antara kerja shift dan bukan shift. Waktu istirahat tidak termasuk jam kerja.

Pada prakteknya, sering terjadi pelaksanaan kerja seperti kasus yang ditanyakan. Agar tidak timbul tuntutan dari pihak pekerja, disarankan membuat kesepakatan tertulis antara perusahaan dengan pekerja shift.