Tacit Knowledge dan Visi Pengusaha UKM

Setiap kali bersama para mentor PILLAR Business Accelerator berkeliling ke berbagai kota dan desa di seluruh Indonesia, melatih dan mendampingi para pemilik UMKM, mulai dari pedagang cabai dan sayur yang membuka lapak di pinggiran pasar, pemilik toko kelontong, pebisnis konveksi, hingga pemilik bisnis satelit skala menengah, terasa benar betapa mereka begitu ahli di bidangnya.

Teknis memulai usaha, produksi, dan bagaimana memasarkan barang dagangannya tidak perlu diragukan lagi. Tacit knowledge mereka dalam berbisnis, sekalipun berpendidikan SD atau SMP, begitu luas bahkan tak jarang melebihi para karyawan profesional yang berpendidikan tinggi.

Namun, satu hal begitu menggelitik di hati ini. Mengapa hanya sebagian kecil dari para pebisnis UMKM tersebut yang berhasil berkembang dengan pesat dan “naik kelas” dalam hal skala usaha maupun pendapatan dan profitabilitas? Dari proses training dan mentoring bertahun-tahun kepada para pemilik UMKM di berbagai bidang usaha dan wilayah, ternyata terdapat satu benang merah yang membedakan antara UMKM yang tetap stagnan dan UMKM yang berhasil “naik kelas”.

Benang merah pembeda antara kedua golongan UMKM tersebut antara lain terletak pada satu hal, yakni : Visi. Visi, mimpi, cita-cita, atau apapun sebutannya terbukti merupakan faktor pendorong yang paling kuat bagi setiap pengusaha UMKM untuk maju dan berhasil. Visi yang tajam dan kuat mendorong mereka dengan sumberdaya yang paling terbatas sekalipun untuk mampu menembus keterbatasan yang mereka miliki.

Oleh karenanya, tak heran modul mengenai visi selalu menjadi modul pembuka yang sangat kritikal dalam setiap pelatihan PILLAR sebelum para pemilik usaha tersebut bisa menikmati modul-modul berikutnya yang lebih bersifat strategis dan teknis.

Siapa bilang pengusaha UMKM itu orang-orang bodoh?  Tidak, mereka sama sekali tidak bodoh. Hanya saja, entah karena bangsa Indonesia begitu rendah hati, atau karena sedari kecil terlalu lama dicekoki oleh sekian ribu keterbatasan diri yang mungkin hanya nisbi, terlalu banyak pebisnis UMKM di negeri ini yang begitu takut untuk berpikir out of the box, apalagi bercita-cita beyond imagination.

Begitu puasnya para pebisnis UMKM untuk bersibuk ria dari hari ke hari hanya demi pendapatan hari ini, tanpa bersedia meluangkan waktu untuk berpikir sedetik pun tentang bagaimana impiannya terhadap usaha yang dibangunnya di kemudian hari. Padahal tidak sulit, sesungguhnya, untuk merumuskan sebuah visi sederhana.

Pertama, visi yang kuat selayaknya dilandasi sebuah misi, sebuah alasan yang tegas dan tak tergoyahkan tentang mengapa sebuah bisnis harus berdiri. Pada misi seperti ini setiap visi bersandar, dan dari sana setiap visi bertolak menjadi sebuah keniscayaan jangka panjang.

Kedua, visi yang tajam sebaiknya tervisualisasi begitu utuh: mudah dibayangkan, mudah dirasakan, mudah dipahami, dan mudah diukur pencapaiannya. Itu sebabnya sebuah visi membutuhkan wujud visualisasi dalam bentuk gambar dan tertulis. Itu pula sebabnya setiap visi sangat membutuhkan deklarasi, yang diikuti afirmasi dari hari ke hari.

Ketiga, visi yang kuat akan berdampak dan berwujud manakala setiap lapisan dalam organisasi mampu memahami, membayangkan, merasakan, dan menindaklanjutinya sebagai aksi. Maka sebuah visi perlu disosialisasikan pada setiap sumberdaya manusia yang akan mewujudkannya, yakni pada seluruh jajaran karyawan kita.

Di lapangan, terbukti, sebuah usaha mikro sekalipun ketika telah merumuskan visinya – sesederhana apapun visi itu – dapat langsung berlari kencang melebihi kinerja bertahun-tahun sebelumnya. Maka kemudian muncul cerita seorang pedagang es campur di kota Mataram mampu membeli Honda Jazz dalam hitungan beberapa bulan semenjak visi ditetapkan dan strategi dicanangkan. Atau seorang pemilik usaha UKM yang minus arus kasnya, bisa merambah pasar ekspor dengan mencapai omzet senilai Rp 10 milyar hanya dalam waktu 2 tahun semenjak visinya begitu jelas tervisualisasi.

Jadi, siapa bilang pengusaha UMKM itu orang-orang bodoh? Mereka hanya belum terbiasa mencanangkan visi sedemikian tinggi. Maka, sekali visi dirumuskan dan diniatkan dengan sungguh-sungguh, pintu-pintu kesuksesan terbuka bagi siapapun yang ingin memasukinya. Selamat merumuskan visi usaha Anda.

Penulis adalah pendamping UMKM/PILLAR Business Accelerator

Tags: ,