Seberapa Siap Human Capital Kita Menghadapi Pasar Bebas?

hendriklim

PORTFOLIO BISNIS YANG SUDAH BERUBAH

Bagaimana kesigapan knowledge worker dan kaum professional eksekutif bila esok para manager dari Manila, Singapore, KL dan Bangkok boleh menduduki employment secara bebas dalam kawasan? Profil dunia kerja kita akan menjadi amat semarak. Sebaliknya, siapkah industri kita melihat para executivenya hengkang? Migrasi ke negara tetangga yang tidak saja memberikan reward finansial lebih tinggi, tetapi juga penghargaan human capital yang besar dalam arti fulfillment yang besar bagi sebuah jiwa profesi?

Driver dunia bisnis dan ekonomi kini berubah drastis. Menurut telaah statistik, kini sekitar 60 % dari pergerakan ekonomi berbasis service. Dan porsi itu makin besar, ketika ekonomi suatu negara makin maju. Maklum saja, dunia bisnis kita makin dikuasai oleh services trade, komponen intangibles asset kini menjadi driver peningkatan nilai perseroan. Hampir semua pemain papan atas di dunia, mengandalkan kenaikan nilai perseroannya pada komponen intangible asset, yaitu human capital. Sementara cara penanganan kaum ‘thinking intensive’ ini sama sekali berbeda dengan penanganan “labor intensive”.   Ketidaksanggupan mengelola kaum knowledge workers dengan tekik engagement, akan membuat braindrain terjadi dengan deras.

Penelitian  terakhir menunjukkan,  perseroan-perseroan papan atas yang dikagumi (World Most Admired Companies, WMAC) Company valuation mereka naik 3.3 kali lipat lebih cepat dan lebih besar dari pada perseroan traditional pada umumnya. Dan ketika dilihat lebih dalam, key driver pertumbuhan WMAC ini ditopang oleh human capital, mereka mengelolanya sebagai non depletable resources yang memungkinkan pertumbuhan non linear.

STRUKTUR KOMPETISI

Struktur kompetisi akan berubah cepat, peta persaingan dan kesempatan menjadi terbuka, rezeki dan ancaman juga bertambah skalanya. Ada satu hal yang jelas:  kesemua itu tidak bisa di response dengan sikap ‘taken for granted”, nanti saja kalau masalah dan ancaman itu ada sudah ada di depan pintu dan pintu sudah terbuka.

Apa yang akan terjadi pada industri maskapai penerbangan nasional, jika suatu saat Singapore airline atau Thai Airline boleh membuka jalur domestic Jakarta –Surabaya,  Jakarta – Bali, atau Medan- Denpasar? Bagaimana keandalan dunia bisnis dan industri kita kalau besok, pengusaha MRT  Singapura yang punya kompetensi dan pengalaman hebat bidang mass transport itu membuka MRT lintas Jawa, dan Jakarta Semarang bisa ditempuh dalam 70 menit? Atau industry rent car negara tetangga menawarkan servicenya ketika penumpang tiba di airport? Siapa yang tidak ingin naik sebuah taxi yang bisa memberikan garansi secured dan punya servise yang handal?

Bagaimana nasib service provider dunia pendidikan tinggi, kalau besok pergururan tinggi NUS Singapura atau perguruan tinggi Malaysia membuka kelas ekeskutif tingkat graduate di Jakarta, dan para graduate mendapatkan izajah setara jika mereka mengambil gelar tersebut di negeri asalnya. Mungkinkah PTN dan PTS kita masih bisa mendapatkan ‘best pick crops; dari para peminat bangku kuliah?

Atau kita lihat yang lebih sederhana, jika Koran pagi bahasa Inggris dari negara ASEAN, boleh cetak jarak jauh melalui versi digital, dan pagi hari saat minum kopi menjelang pergi ke kantor, koran itu sudah ada diatas meja, bisakah Koran lokal bahasa inggris masih punya peminat?

Tulisan ini tidak untuk mengancam, apalagi menebarkan terror bagi industri dan bisnis, tetapi  ingin menawarkan kesempatan. Produk, barang ,jasa dan workforces dalam negeri kini juga punya kesempatan untuk bergerak bebas, tidak hanya pada pasar domestik. Dalam waktu singkat “pasar domestik’ akan bertambah menjadi dua kali lipat dari sekarang. Inilah pentingnya tantangan trasnformasi. Transformasi perseroan adalah sebuah keberanian untuk memeluk masa depan. Ia juga sebuah keberanian untuk  meninggalkan ‘jerat nina bobo’ keberhasilan masa lampau menjadi autopilot. Sebuah keberanian untuk mengakui bahwa kiat dan strategi masa lampau tidak bisa lagi mengantar kita kedepan. Tatanan telah berubah. Strategi dan kiat punya masa kadaluarsa. Senjata lama menjadi usang dan tumpul. Industri dan bisnis yang berpikir bahwa senjata andalan mereka masa lampau akan tetap manjur, umumnya masih terlelap dalam mimpi indah.

Pagi itu segera datang. Dalam kurun waktu kurang dari 18 bulan, pagar proteksionis negara antara rumpun ASEAN dinyatakan terbuka untuk umum dalam komunitas regional ini. Di sanalah ketahanan nasional, ketahanan ekonomi diuji. Bisnis dan Industri adalah garda depan dalam pilar ekonomi. Di sanalah pertaruhan kita diletakkan.

REKOMENDASI SOLUSI


Untuk memenangkan persaingan  dalam pasar terbuka, maka dunia bisnis dan perseroan perlu menoleh pada dua pilar utama penggerak kemajuan suatu perseoran.  (i)Sisi penambangan human capital dan (ii)sisi ketajaman business formulation.

Pada sisi pengembangan sisi human capital. Ini berarti perseroan perlu melengkapi diri nya agar mereka punya kesanggupan untuk menyadap keluar pikiran, perasaan, hati, hasrat dan kehendak para pekerjanya. Dengan demikian perseroan akan “membeli’  kepala, hati dan kaki’ pada pekerjanya.  Ini artinya business directive mesti sangat inspiratif dan tajam sehingga akan sanggup mengajak orang punya gairah untuk mewujudkan suatu mimpi masa depan. Formulasi motif bisnis juga amat appealing agar bisa menggaet hati. Dan tentu saja perseroan juga perlu  meng-equip berbagai faktor enabler dan desain organisasi, agar bisa menggiring sebuah initiative ke dalam action. Human capital adalah sebuah resources yang tidak pernah habis untuk di sadap. Revenue per Employee tidak mengenal batas, selama organsiasi tahu apa key driver yang menggerakkan perilaku pekerja ( knowledge workers).

Pada sisi bisnis, perseroan perlu mendesagin business content, business culture dan business process yang terintegrasi dan punya alignment yang koheren. Dengan demikian semua komponen bergerak secara kohesif seperti satu pasukan semut yang bergerak terkoordinasi.  Dan ketika kedua pilar ini bergerak dalam ritme yang sama, maka penetrasi dan kekuatan perseroan akan setajam sinar laser.

 

*) Penulis adalah Managing Director Defora Consulting. Penulis Adaptif Besar Gesit. Strategi Transformasi perseroan