People… or Capital?

Bukan satu dua kali pebisnis UKM dihadapkan pada sebuah lingkaran setan klasik. Untuk meraih tingkat pertumbuhan usaha yang pesat, dibutuhkan sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas dan berpengalaman, sehingga tidak diperlukan banyak waktu untuk langsung bekerja mencapai sasaran. Namun dilematis. Karena di saat yang sama, karyawan yang kompeten dan berpengalaman umumnya menetapkan tingkat harga tersendiri, yang belum tentu mampu dibiayai oleh sebuah usaha skala kecil apalagi pemula.

Lantas, mana yang harus didahulukan? Meraih omzet yang besar sehingga mampu membayar tenaga kerja berpengalaman? Atau merekrut tenaga kerja yang kompeten agar dapat dengan cepat meraih omzet yang melesat?

Berbeda dengan korporasi berkapital raksasa yang mampu sejak awal merekrut tenaga-tenaga kompeten dan berpengalaman, pebisnis UKM cenderung memiliki kapital yang terbatas. Sebegitu terbatasnya hingga kadang kala untuk merekrut karyawan yang pemula pun belum mampu. Sementara di sisi lain, upaya untuk meraih perkembangan omzet yang pesat membutuhkan bantuan tenaga-tenaga profesional berpengalaman yang tidak perlu banyak dilatih dan diajari untuk menjalankan tugasnya secara efektif.

Bayangkan saja jika seluruh pengelolaan usaha terpusat hanya pada diri Anda, dari mulai merancang produk, mencari bahan baku, memproduksinya, memasarkannya, mengurusi keuangan, hingga mengelola aspek administratif. Dalam banyak kasus, nyaris seluruh waktu dan tenaga akan terkuras untuk mengurusi operasional harian, sehingga justru aspek pengembangan pasar yang paling krusial bagi sebuah usaha skala kecil dan pemula boleh jadi akan terhambat.

Atau bahkan sebaliknya, boleh jadi Anda berhasil memperoleh permintaan pasar yang tinggi, namun toh Anda tidak mampu memenuhinya karena tidak memiliki dukungan tenaga profesional yang cukup untuk menangkap peluang tersebut. Apapun yang terjadi, tetap saja semuanya berdampak pada terhambatnya perkembangan omzet usaha Anda. Terasa seperti sebuah lingkaran setan.

Bagaimanapun, merekrut tenaga profesional yang kompeten memang dapat menghemat banyak biaya pelatihan, menghemat waktu untuk dapat segera berlari mengejar target, dan membuka banyak peluang untuk dapat segera berkembang. Seorang tenaga pemasaran yang berpengalaman, dapat amat sangat membantu Anda untuk menembus pasar yang sebelumnya mungkin belum tertembus oleh Anda, atau membutuhkan waktu cukup lama yang tidak Anda miliki karena Anda masih harus mengurusi aspek operasional usaha.

Begitu pula, seorang tenaga operasional yang kompeten di bidangnya bisa sangat meringankan beban Anda untuk mengurusi operasional usaha sehari-hari, sehingga Anda dapat lebih berkonsentrasi untuk melakukan penetrasi pasar. Namun untuk itu tentu saja ada harga tertentu yang harus dibayar.

Lantas, bagaimana memutus lingkaran setan ini?

Jika masih tersedia kapital dalam besaran tertentu yang cukup untuk merekrut satu atau dua tenaga kerja berpengalaman, khususnya di bidang operasional dan pemasaran yang menjadi tulang punggung harian dari sebuah usaha, maka pilihan untuk merekrut mereka merupakan keputusan strategis yang sangat disarankan. Dengan demikian Anda selaku pemilik usaha dapat menghemat banyak waktu dan tenaga untuk dapat fokus pada pengembangan produk dan bisnis dalam skala yang lebih luas, tanpa perlu kehabisan tenaga untuk berjibaku dengan teknis operasional usaha sehari-hari.

Namun jika persediaan arus kas Anda begitu terbatas, tak ada cara lain kecuali bersungguh-sungguh untuk terlebih dahulu mengejar omzet dan laba dengan seluruh kemampuan yang Anda miliki. Sendiri, atau bersama pasangan hidup dan anggota keluarga  yang siap mendukung Anda.

Kemudian, manakala arus kas telah relatif cukup aman tersedia, cadangkan sebagian untuk merekrut tenaga nan kompeten dan berpengalaman untuk mendukung Anda. Jangan ragu, berikan sebagian hak atas laba sebagai daya tarik untuk mereka jika diperlukan, atau apapun cara Anda agar tenaga terbaik bisa Anda dapatkan. Dengan demikian, mesin usaha Anda memiliki tenaga berlipat ganda dan siap menaklukkan pasar sasaran yang menjadi dambaan Anda.

Jadi, tenaga kompeten atau akumulasi kapital? Kini Anda tahu, apa jawaban atas lingkaran setan yang tengah dihadapi oleh usaha Anda…