Menumbuhkan Budaya Undur Diri

Belum lama ini media ramai membicarakan berita mundurnya Andi Mallarangeng sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) karena kasus Hambalang. Sebagian masyarakat memuji mundurnya Andi dan sebagian mencercanya karena seharusnya kita tidak memujinya berlebihan sebab hal itu sudah seharusnya lakukan.

Mengapa masyarakat banyak yang memuji mundurnya Andi tidak terlepas dari budaya mengundurkan diri yang sudah sangat langka di Indonesia.

Mengundurkan diri mungkin adalah salah satu bentuk sikap integritas dan contoh yang mungkin harus ditunjukkan seorang leader apabila dia menghadapi berbagai hal yang menghadapkannya dengan berbagai konflik kepentingan. Agak aneh dan agak konyol mungkin bahwa seorang leader mundur karena ingin menunjukkan integritas dan kebesaran hati dalam kasus yang sebetulnya dipacu dari kasus integritas yang disebabkan dirinya sendiri. Maka dalam hal ini memang saya menyebutnya adalah pengunduran diri untuk penebusan kesalahan.

Dalam kasus-kasus yang jauh lebih terhormat banyak pengunduran diri yang dilakukan karena kesalahan anak buah bahkan karena kesalahan kelompok institusi seperti yang pernah dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Georgia, Bacho Akhalaia mengundurkan diri dari jabatannya setelah sebuah video kekerasan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh sipir sebuah penjara di Georgia, memicu kemarahan publik.

Akhalaia mengatakan bahwa meskipun ia tidak memegang tanggung jawab atas pengelolaan penjara di Georgia, namun sejumlah aparatur pengawasan penjara yang ditugaskan untuk mencegah tindakan tak terpuji itu terjadi, memulai karir mereka di bawah kepemimpinannya. Sungguh suatu sikap yang sangat langka apabila kita bandingkan dengan negara kita.

Agak mengherankan mungkin karena sebenarnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat menjunjung tinggi rasa malu, dan hal itu sangat tercermin dari berbagai warisan suku bangsa di Indonesia dan juga tercermin dari sikap bangsa-bangsa timur Asia lainnya seperti contohnya negara Jepang. Sementara di negara barat dan Asia lainnya saat ini pengunduran diri menjadi sesuatu yang lazim dan dibanggakan sebagai bentuk tanggung jawab seperti yang baru-baru ini dilakukan oleh Pelatih tim nasional Vietnam, PhanThanh Hung, yang mengundurkan diri dari jabatannya.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab dirinya atas performa buruk Vietnam di Piala AFF 2012. Di Indonesia, jangankan mengundurkan diri, pengurus PSSI dan KONI tak henti-hentinya bertikai untuk saling menyalahkan atas prestasi Olah Raga Indonesia yang buruk.

Maka saya berpikir bahwa jumlah pengunduran diri terutama di jabatan-jabatan pelayanan publik dan institusi Negara adalah berbanding lurus dengan tingkat moralitas dan kualitas integritas di suatu penyelenggaraan pemerintahan, dan itu juga akan berbanding lurus dengan kualitas performance dari suatu institusi atau organisasi.

Maka ijinkan saya kali bermimpi sebagai warga Negara Indonesia biasa untuk memiliki pemimpin-pemimpin yang gemar dan bertanggung jawab dan tidak takut untuk mengundurkan diri. Mengundurkan diri tidak perlu menunggu kasus-kasus yang besar dan spektakuler tetapi bisa sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap hal-hal yang mengindikasikan benturan konflik kepentingan diri. Dengan budaya mengundurkan diri kita memberikan ruang dan kesempatan bagi orang lain yang lebih bersih dan lebih mampu untuk memimpin. Ibarat membersihkan kain yang penuh noda, apabila tangan kita sudah mulai terkotori lebih baik kita berhenti dan meminta orang lain untuk menggantikan kita mencuci karena tidak mungkin kain itu akan menjadi bersih apabila kita memaksakan diri mencucinya…

Maka saya secara pribadi sangat memberikan apresiasi kepada Andi Mallarangeng dan menunggu pejabat-pejabat publik lainnya yang “keukeuh” mempertahankan jabatan meskipun berbenturan dengan berbagai konflik kepentingan untuk ramai-ramai mundur dan ikut mencontoh Andi. Jangan kuatir, Indonesia masih memiliki ribuan orang pintar dan ribuan tenaga kerja yang professional dan potensial yang siap berkarya untuk bangsa.

 

*) Penulis adalah Senior Partner pada People Consulting

Tags: , , ,