Master Plan Ekonomi, Menuju Era Keemasan Indonesia Tahun 2025

Optimisme terhadap perekonomian Indonesia berkumandang di mana-mana mengawali tahun 2013 ini. Berbagai prediksi dan data dari konsultan global telah saya paparkan di tulisan payday loans

r.com/komunitas/opini/2013-mau-dibawa-ke-mana-sdm-indonesia/” target=”_blank”>sebelumnya.

Di negeri sendiri, semangat optimisme juga berkumandang cukup keras. Menko Perekonomian, Hatta Rajasa mengungkapkan pemerintah Indonesia menargetkan bisa meraih PDB US$1 triliun beberapa tahun ke depan. Bahkan, Badan Pusat Statistik optimistis Indonesia bisa mengejar pertumbuhan ekonomi tujuh persen dan punya potensi menggapai target Produk Domestik Bruto (PDB) US$1 triliun pada tahun-tahun berikutnya.

Selanjutnya untuk menyongsong era keemasan perekonomian Indonesia, pemerintah telah menyusun suatu master plan melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian – BAPPENAS dengan tema Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011 – 2025. Jangan mengkritisi atau sebaliknya mengaku bangga mengenai Indonesia jika Anda belum pernah membaca MP3EI ini, karena master plan yang tebalnya lebih kurang 200 halaman ini buat saya dibuat cukup lengkap dan sangat mendetail menjelaskan paling tidak arah Indonesia menuju 15 tahunan mendatang.

Melalui Master Plan tersebut, Indonesia mengetengahkan setidaknya 3 (tiga) hal perencanaan strategis yang bertujuan akhir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi, inklusif dan berkelanjutan yaitu:

Pertama, Mengembangkan koridor ekonomi Indonesia: Membangun koridor pusat-pusat pertumbuhan di setiap pulau didukung oleh pengembangan klaster industri berbasis sumber daya unggulan yang strategis.

Kedua, Memperkuat Konektivitas Nasional (locally integrated, internationally connected), mewujudkan sinergi antar pusat-pusat pertumbuhan, meningkatkan sistem logistik untuk mengurangi transaction cost dan mewujudkan akses pelayanan yang merata.

Ketiga, Mempercepat Kemampuan Iptek Nasional

Agar kita memiliki pemahaman yang sama, maka yang dimaksud dengan Koridor Ekonomi adalah Koridor Ekonomi: Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi – Maluku Utara, Bali, Nusa Tenggara dan Papua.

Kita tentunya bertanya, akan mampukah Indonesia mempercepat pembangunannya dan mewujudkan ramalan-ramalan pakar ekonomi dunia dan nasional? Sudah banyak prediksi yang cukup akurat yang membahas Indonesia dari sisi prediksi perekonomian yang rata-rata memberikan gambaran yang sangat optimistis, tetapi bagaimana sesungguhnya keadaan dan rencana pemerintah khususnya dari sudut pembelajaran menyikapi rencana percepatan pertumbuhan ekonomi tersebut?

Terus terang setelah membaca saya agak meragukannya didasari dengan fakta bahwa blue print yang dibangun pemerintah mengenai master plan pendidikan nasional terutama pendidikan berbasis ICT (Information and communication technology) belum terlalu nyata serta memberikan gambaran yang lebih mendetail. Mungkin saya belum menemukan bahan yang lebih lengkap, tapi gambaran bahan-bahan yang saya dapatkan di situs Kementrian Diknas dan Kementrian tenaga kerja dan transmigrasi dan sumber-sumber lainnya belum terlalu memuaskan.

Blue Print Pendidikan Nasional Indonesia dalam menunjang tercapainya pertumbuhan ekonomi yang tinggi

Saya mencoba menyimak blue print yang ada dari pendidikan nasional Indonesia sebagai satu faktor yang utama dalam menunjang tercapainya pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Dinyatakan oleh Menko Perekonomian dan dikutip lagi oleh Kementerian Pendidikan Nasional bahwa cetak biru dari pendidikan Nasional adalah mengacu kepada master plan melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Hal ini menyiratkan secercah harapan untuk saya karena setidaknya ada usaha penyelarasan antara strategi percepatan perekonomian Indonesia terhadap strategi pendidikan nasional.

Digaris bawahi di dalam paparan Blue Print Strategy Pendidikan Nasional, bahwa di dalam rangka mewujudkan tujuan ekonomi secara strategis maka setidaknya ada beberapa hal yang dituangkan di dalam misi dari Kemendiknas tersebut melalui beberapa langkah strategis yaitu:

1. Menyediakan Pendidikan Tinggi dan Keahlian yang bemutu dan relevan dengan dunia kerja

2. Keterjangkauan biaya pendidikan melalui bantuan dana

3. Keterjangkauan lokasi Pendidikan Tinggi dan Keahlian melalui pembangunan Community College

4. Kesetaraan dengan memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan setelah bekerja

5. Meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui kegiatan penelititan dan pengembangan yang terarah.

Berikutnya setidaknya ada 6 (enam) sektor produk dan jasa unggulan yang akan ditumbuh-kembangkan di Indonesia sehubungan dengan visi penunjang dan akselerasi peningkatan ekonomi yang tinggi yaitu sektor pangan, pengolahan, transportasi dan logistik, tambang dan energi, elektronika dan komunikasi, serta pengetahuan dan teknologi tinggi. Ke-enam sektor unggulan tersebut sebenarnya diturunkan lagi ke dalam 22 sektor unggulan di Indonesia.

Menyimak hal-hal tersebut di atas, dan membandingkan dengan blue print pendidikan dari negara tetangga seperti Malaysia, maka saya melihat berbagai sisi kelemahan yang membutuhkan perencanaan yang lebih mendetail dalam membangun sistem blue print pendidikan Indonesia. Mungkin pemerintah dalam hal ini Kementrian Diknas dan Depnakertrans sudah mulai membangun master plan-nya dengan mendetail, tetapi sebagai pelaku praktisi SDM saya belum pernah mendapatkan akses terhadap informasi-informasi tersebut secara detail dan transparan.

Berikut adalah list kasar saya mengenai tanggapan saya mengenai master plan pendidikan dan ketenagakerjaan di Indonesia:

1. Meskipun pemerintah sudah memiliki arah blue print perekonomian yang jelas, namun blue print pendidikan di Indonesia tidak mencerminkan fokus terhadap arah blue print akselerasi perekonomian pemerintah tersebut.

2. Tidak adanya secara detail penyerapan dan penyelarasan antara pemberi kerja yang akan menyerap pekerjaan dengan penyedia tenaga kerja (dalam hal ini adalah institusi pendidikan) terutama di dalam menyikapi percepatan delapan koridor ekonomi Indonesia. Lebih jauh lagi, saya merasa bahwa setiap area koridor harus mampu dibantu untuk mengembangkan suatu blue print pendidikan yang sesuai dengan potensi koridor ekonomi daerahnya. Dalam hal tenaga kerja daerah tersebut tidak mencukupi maka peranan Depnakertrans adalah sangat vital untuk menjamin pemerataan supply tenaga kerja di daerah tersebut.

3. Perlunya pembenahan yang mendetail mengenai kualifikasi dan standarisasi guru dan peranan orang tua dalam pendidikan anak.

4. Perlunya rencana atau master plan pendidikan yang jelas mengenai blue print ICT, ataupun TIK yang sejalan dengan rencana pertumbuhan konektivitas internet dan pertumbuhan jaringan telekomunikasi fixed line dan mobile.

5.Perlunya penjabaran yang lebih jelas mengenai konsep community college dan konsep sekolah kejuruan/keahlian yang lebih konkrit dan terpadu dengan daya serap industri lokal di setiap koridor ekonomi.

6. Perlunya standar kompetensi nasional yang jelas dan transparan tidak saja untuk kualifikasi standar lulusan yang diharapkan, tetapi juga untuk kualifikasi pengajar.

7. Perlunya rencana blue print yang jelas mengenai pembenahan Kementerian Depdiknas dan Depnakertrans dalam menjalankan peran sebagai penyelenggara jasa penyelenggaraan pendidikan dan ketenagakerjaan secara lebih efisien dan berkualitas.

8. Perlunya perencanaan yang lebih mendetail mengenai perencanaan anggaran dan infrastruktur di dalam penyelenggaraan pendidikan dan ketenagakerjaan.

Kedelapan hal tersebut adalah hal-hal dasar yang menurut saya perlu untuk segera diperjelas dan dijabarkan dengan sangat mendetail dalam kerangka jangka pendek khususnya dalam menyongsong AEC 2015, maupun jangka panjang menuju Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2025.

Maka dalam kesempatan tahun baru ini, kami ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru dengan semangat optimisme, semoga tahun 2013 menjadi tahun yang lebih baik yang mengantarkan kita menjadi bangsa yang maju dan berhasil di masa mendatang. (*)

Penulis adalah Senior Partner PortalHR.com

Tags: ,