Langkah Telkom menuju The Real Corporate University

telkom

SEPERTI diketahui, saat ini marak dilakukan oleh perusahaan/organisasi yang berinisiatif mendirikan Corporate University. Makna dari Corporate University sendiri bisa diartikan sebagai methodology yang dipakai oleh perusahaan besar dunia untuk membentuk corporate learning. Istilah University dipakai untuk menunjukkan bahwa methodology learning yang diterapkan mempunyai metoda ilmiah. Corporate University berbeda dengan Public University, di mana fokus Corporate University adalah kebutuhan strategi bisnis yang berujung pada tujuan membangun kompetensi inti organisasi. Sementara Public University, memiliki fokus pada general education dengan tujuan membangun knowledge, skill, atau keahlian yang umum.

Corporate University didefinisikan sebagai alat strategis yang digunakan perusahaan untuk membantu mencapai visi dan misinya, dengan cara menjalankan aktifitas-aktifitas dalam menumbuhkembangkan keahlian, pengetahuan dan wisdom baik individu maupun organisasi. Kata strategis dipakai karena yang dikembangkan adalah kompetensi inti perusahaan yang menjadi alat kompetisi dalam memenangkan persaingan bisnis.

Intinya, Corporate University bertanggung jawab mengembangkan SDM dan meningkatkan kapabilitas dan daya saing perusahaan, sehingga Corporate University harus go beyond training & development dalam memastikan bahwa ilmu yang didapatkan dapat diimplementasikan dan memiliki linkage yang kuat dan berdampak signifikan pada performansi bisnis perusahaan

Kalau ada pertanyaan, kenapa juga sebuah perusahaan atau organisasi merasa perlu mengimplementasikan Corporate UniversityCorporate University sudah diimplementasikan pada lebih dari 4000 perusahaan di dunia ini. Sebagai contoh adalah General Electric, Cisco, At&T Disney, McDonald, Exxon Mobil, dan juga perusahaan-perusahaan yang menjadi ranking atas dalam 500 Top Fortune, dan sebagian besar telah menerapkan Corporate University. Selain itu 7 dari 10 terbesar Forbes dipercaya menggunakan metoda CorpU.

Bagi perusahaan, Corporate University akan menciptakan keunggulan bersaing melalui SDM-nya,
memastikan inisiatif learning yang dilakukan akan memiliki dampak bisnis yang nyata, meningkatkan nilai perusahaan dengan secara terus menerus menumbuhkembangkan kapabilitas individu dan organisasi. CorpU juga sebagai alat utama dalam perubahan budaya perusahaan. Di bawah ini merupakan beberapa keuntungan bagi perusahaan dan individu yang diberikan Corporate University;

Lantas di dalam implementasi Corporate University, strategi HR apa saja yang harusnya menjadi perhatian utama. Corporate University yang sangat ideal, menuntut integrasi yang kuat antara learning dengan kesisteman SDM lainnya. Contohnya adalah, knowledge management, pengembangan karir, change management, performance management dan bahkan organizational development. Dalam building block Corporate University, salah satu yang menjadi landasan bangunan Corporate University adalah Learning Strategic Governance, diantaranya adalah adanya integrasi antara Learning dengan system-system SDM lainnya, yang membentuk linkage dalam menumbuhkan learning organization, dan menciptakan motivasi pegawai untuk selalu mengembangkan diri dan akhirnya menciptakan kapabilitas organisasi yang mampu menjadi keunggulan kompetitif perusahaan.

Munculnya ide Corporate University didasari oleh fakta research yang salah satunya dilakukan oleh McKinsey.Ditemukan fakta bahwa 66% program training yang dilakukan perusahaan tidak memberikan peningkatan kapabilitas organisasi yang merupakan nilai terbesar bagi kinerja perusahaan. Dengan dasar itu, maka methodology Corporate University harus dapat menjawab permasalahan-permasalahan alignment dan dampak learning terhadap kebutuhan bisnis perusahaan.

Target utama Corporate University adalah, pertama, menjamin relevansi dan efektifitas dari inisiatif learning yang harus melipatgandakan dampak learning terhadap performansi bisnis. Kedua, Corporate University harus mampu melipatgandakan speed learning sehingga Corporate University merupakan leading supply capability terhadap kebutuhan kompetisi perusahaan. Ketiga, Corporate University harus mampu menciptakan scalability dari kegiatan learning perusahaan, sehingga dengan biaya yang sama, kegiatan learning menghasilkan output learner yang berlipatganda. Keempat adalah aspek Cost of Learning Ignorance, yaitu cost yang mungkin muncul karena failure dalam menerapkan inisiatif learning. Failure terjadi karena beberapa hal, misalnya biaya ketidaklulusan sertifikasi, kesalahan dalam mendiagnosis kebutuhan learning, biaya berulangnya learning yang harus dilakukan karena tidak efektif, dan lain sebagainya.

Secara singkat 3 (tiga) indikator keberhasilan Corporate University bila berhasil mencapai targetnya; yaitu  melaksanakan:

1. Aligning (alignment learning terhadap bisnis)

2. Performing (hasil learning dapat meningkatkan performansi bisnis)

3. Transforming (learning mampu mentransformasikan SDM perusahaan)

Efektivitas Corporate University dapat diukur dari indikator-indikator di atas. Pertama adalah Speedability: dengan mengukur waktu kecepatan proses learning dari mulai identifikasi sampai dengan memastikan bahwa knowledge, skill maupun expertis yang dipelajari dapat diimplementasikan di lapangan. Selain kecepatan akuisisi di atas, maka speedability juga mengukur lead time antara kebutuhan kapabilitas yang didefinisikan oleh strategi bisnis sampai dengan kapabilitas tersebut dimiliki organisasi.

Kedua, Scaleability. Scaleabilty dapat diukur dari cakupan sebuah materi learning dapat dimanfaatkan oleh kebutuhan karyawan dilapangan. Semakin besar jumlah karyawan dapat memanfaatkan solusi learning yang ditawarkan, maka semakin baik scaleability-nya

Ketiga efektifitas learning, yang diukur dari indikator yang sudah didefinisikan oleh Kirkpatrick, mulai level 1, yaitu; kepuasan penyelenggaraan learning, efektifitas pembelajaran, perubahan perilaku, dampak terhadap performansi dan Return of Learning Investment.

Bagaimana dengan Telkom sendiri? Telkom mengenal Corporate University sejak akhir tahun 2007. Sejak saat itu, berbagai upaya telah dilakukan. Dimulai dengan mencari pemahaman tentang corporate university melalu literatur, diskusi, seminar, benchmark kepada perusahaan-perusahaan terkemuka yang telah berhasil menjalankan corporate university, manfaat yang telah mereka dapatkan dengan menjalankan corporate university dan lain sebagainya. Upaya tersebut menghasilkan pengertian bahwa methodology corporate university merupakan alat strategis yang dapat membantu perusahaan mencapai sustainable growth.

Pemahaman tersebut mendorong Telkom untuk melakukan kajian-kajian tentang peluang untuk mengimplementasikan methodology corporate university di Telkom. Dalam perjalanannya, ditemukan ternyata sudah banyak inisiatif yang telah dilakukan oleh Telkom di bidang learning, yang merupakan prasyarat dari sebuah corporate university. Namun untuk menjadi benar-benar corporate university, masih ada hal-hal yang harus Telkom perbaiki dan ditingkatkan. Salah satu hal penting yang menjadi peluang perbaikan learning yang disadari adalah pergeseran ownership learning yang tadinya lebih besar berada di unit SDM/HC dan learning center, menjadi berada lebih besar di unit bisnis atau di semua direktorat bisnis.

Berbagai upaya telah dilakukan, untuk perbaikan-perbaikan tersebut. Diantaranya adalah meletakkan landasan learning strategy governance, dan memperbaiki learning focus,  yang merupakan basis dari sebuah bangunan corporate university. Berbagai analisis juga dilakukan terhadap value chain learning dengan framework enterprise learning system, yang merupakan framework yang telah dikenal di dunia learning untuk mengukur kesiapan menuju corporate university.

Dari analisis tersebut, dirumuskan berbagai program yang diperlukan untuk meningkatkan value dari setiap aktifitas atau proses dalam corporate learning system. Langkah Telkom menuju “The Real Corporate University”, semakin mendapatkan hembusan angin yang sangat kuat pada saat Dirut Telkom yang didukung oleh semua direksi, menyatakan belief bahwa tercapainya tujuan perusahaan ditengah kompetisi bisnis yang semakin ketat, dan cenderung berskala global ini, harus dimulai dengan pengembangan SDM (invest in people) yang lebih unggul dan lebih tangguh. Belief tersebut dituangkan dalam strategic initiativeTelkom pertama yaitu menciptakan center of excellence, dengan menggunakan methodology Corporate University.

Dengan berlandaskan hal tersebut, dan untuk menjamin terciptanya center of excellence, maka dicanangkanlah Visi Telkom Corporate University menjadi Center of Excellence dengan memberikan solusi learning sesuai bisnis TIME perusahaan untuk meningkatkan performansi perusahaan. Kedua adalah menjadi 10 Corporate University terbaik dikawasan Asia Pasifik. Misi yang dicanangkan adalah meningkatkan kapabilitas Human Capital sebagai competitiveadvantagedengan meningkatkan solusi learning yang berdampak pada bisnis perusahaan.

Saat ini Telkom Corporate University telah memiliki infrastruktur digital learning untuk memfasilitasi karyawan agar dapat melakukan pembelajaran any how, any where, any who, any time. Digital learning Telkom diantaranya berupa e-Learning, yang dapat diakses oleh seluruh karyawan Telkom, dan Telkom Group, mitra Telkom yang berkaitan dengan bisnis value chain Telkom, dan sedang dikembangkan untuk ecosystem yang lebih luas. Selain e-Learning, juga dikembangkan mobile learning, dengan aplikasi yang sudah dapat diakses dari smartphone Android, dan Learning Channel, berupa media video broadcast yang berisi lebih dari 1.000 content video.

Berbagai inisiatif lainnya juga sudah dilaksanakan, seperti program Leaders as Father atau juga dikenal sebagai Leaders as Teacher. Inisiatif ini dilaksanakan untuk memberikan kesempatan pada Leaders Telkom menularkan wisdomkepada para peserta pembelajar.Diskusi setengah hari juga dilakukan untuk meningkatkan budaya sharing di lingkungan perusahaan, dan disiarkan secara broadcast melalui web di internal Telkom. Karyawan dapat mengikuti melalui online di komputer masing-masing.

Selain itu, dilakukan juga Integrated Learning at Work (iL@W), yakni pembelajaran dilakukan on the spot di lapangan, dengan coach dari expert yang ada di Corporate University. Pembelajaran ini menjadi sangat efektif dan efisien, mengingat coach dilakukan langsung di lapangan.

Dengan program-program diatas, Telkom Corporate University telah mempercepat program penyiapan Supervisor untuk teknisi jaringan akses sebanyak 400-an orang dengan program sertifikasi. Selain itu, juga sudah dijalankan program e-Learning untuk mitra pengelola jaringan dan sudah diakses oleh 2.000-an orang.

Untuk program iL@W telah menghasilkan peningkatan performansi jaringan akses diwilayah regional Jawa Barat, sedangkan untuk program Leadership, sudah dilakukan pengembangan Managerial Leadership untuk Telkom Group (Telkom dan anak perusahaan). Terakhir, Telkom Corporate University mendapatkan penghargaan-penghargaan: The Best CLO Award kategori Technology dari CLO Magazine USApada Oktober 2012, dan Best Innovation on HC dengan Telkom Corporate University pada Anugrah BUMN Award 2012. (*)

 

(M. Atiqurrakhman, ST.MM, SM Planning & Controlling, Telkom Learning Center)

 

Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Human Capital edisi Januari-Februari 2013

Tags: , ,