Fenomena Kura-kura dan Kancil

Hidup pada dasarnya kompetisi, Kompetisi untuk menjadi yang terbaik untuk urusan kebaikan.

Kompetisi adalah persaingan untuk menundukan satu dengan yang lain dengan cara alami atau dengan rekayasa genetika dan dominasi lingkungan.

Ketika makluk hidup baru terbentuk dalam suatu sel, maka untuk lolos dalam suatu kehidupan-pun melalui seleksi yang sangat ketat dan saling berkompetisi dengan yang lainnya – yang terbaik dan kuat akan memenangi kompetisi atau seleksi alam.

Dalam kompetisi menang dan kalah adalah hal yang wajar dan alamiah, biasanya dalam kompetisi terdapat alasan-alasan tertentu yaitu :
•Menguji Kemampuan Diri
•Membuat Prestasi
•Mencoba Keberuntungan
•Mendapatkan Penghargaan atau Hadiah

Dengan ilmu dan kemampuannya persaingan itu dilakukan oleh puluhan hingga ribuan orang yang memiliki minat, hobby yang sama.

Persoalannya seketika berubah tentunya, ketika untuk menjadi pemenang tiba-tiba kalah alias gagal total, dan apa yang mesti dilakukan ?

Kejadian ini barang kali bisa kita ketemukan dalam cerita Sang Kancil dan Kura-Kura sebuah fenomenal kehidupan yang menarik untuk disimak.

Mulanya Sang Kancil sangat percaya diri untuk memenangkan kompetisi lomba lari cepat dengan Kura-kura, karena tidak lah mungkin seekor Kura-Kura bisa mencapai finish lebih cepat dari pada Kancil – ternyata dengan perilaku yang konsisten dan penuh motivasi Sang Kura-Kura dapat melewati batas finish yang diperlombakan dan memenangi pertandingan, dikarenakan Sang Kancil menganggap remeh lawannya, terlalu percaya diri dan terlena – pada mulanya Sang Kancil berlari cepat kemudian ketika mendekati garis finish dia berhenti sejenak dibawah pohon untuk beristirahat dan saking nyamannya dia tertidur kemudian selang beberapa menit Sang Kura-Kura melewati Sang Kancil hingga sampai ke garis finish perlombaan.

Ternyata walaupun lambat asal dilakukan secara konsisten maka tercapailah suatu tujuan yaitu prestasi

Dengan kegagalan tersebut Sang Kancil menginterospeksi diri sambil melakukan analisa penyebabnya – tanpa disia-siakan pada perlombaan berikutnya Sang Kancil berlari kencang dengan tiada henti dan akhirnya sampai di garis finish dengan cepat meninggalkan lawannya.

”Cepat dan konsisten akan mengalahkan yang lambat dan konsisten” atau ”Lambat dan konsisen itu bagus, lebih bagus lagi cepat dan konsisten”

Mendapat kegagalan tersebut Sang Kura-Kura berpikir keras dan mengubah strateginya – disepakatinya bahwa garis finish lombanya beberapa puluh meter diseberang kali.

Mulailah mereka berkompetisi, Sang Kancil berlari kencang dan tiba cepat dipinggir kali karena harus menyebrang – Sang Kancil bingung dan tidak bisa melakukan apa-apa, tiba-tiba menyusul Sang Kura-Kura dengan pasti ia menyebrangi kali – dan batas finish pertandingan diraihnya.

Mereka saling menyadari bahwa dalam hidup itu tidak ada pemenang yang abadi, yang ada adalah setiap makluk hidup memiliki kemampuan yang berbeda menurut keahlian dan bakatnya masing-masing. Kura-Kura dan Kancil lelah berkompetisi satu dengan lainnya dan mereka akhirnya menjadi bersahabat untuk mulai memikirkan solusi masalah bersama dan keduanya sadar bila dilakukan secara bersama hasilnya jauh lebih baik.

Mulanya mereka berlari pada rintangan normal, Sang Kancil menggendong Kura-Kura sampai ketepi sungai, kemudian kini giliran Kura-Kura menggendong Kancil pada saat menyebrang kali – sampailah digaris finish keduanya merasa lebih puas karena berhasil tiba dengan waktu yang lebih cepat.

Cerdas dan memiliki kekuatan utama itu penting, akan tetapi tanpa bisa bekerja sama dalam satu team untuk menjalin masing-masing kekuatan utama hasilnya tidak akan maksimal, karena selalu ada situasi dimana anda berkinerja kurang sedangkan rekan lainnya jauh lebih baik.

Kerja sama adalah masalah kepemimpinan yang sesuai dengan situasi, yaitu dengan memberikan kesempatan kepada seseorang yang memiliki kekuatan utama yang sesuai dengan situasi untuk mengambil alih kepemimpinan.

Perlu dicatat bahwa baik Kura-Kura maupun Kancil tidak pernah menyerah setelah mengalami kegagalan bahkan si kancil bekerja lebih keras setelah mengalami kegagalan – sementara kura-kura berusaha sekuat tenaga dan terkadang melakukan sesuatu yang berbeda untuk mengubah strateginya.

Dalam hidup, kalau kita menghadapi kegagalan, terkadang bisa diatasi dengan bekerja lebih keras dan menambahkan usaha.

Setiap orang atau bagian adalah unsur organisasi yang hendak mencapai tujuan secara bersama-sama bukan unsur yang bercerai dan saling berkompetisi satu sama lainnya – sekarang saatnya kita hentikan berkompetisi dengan saingan kita sendiri dan mulai berkompetisi dengan situasi.

Kumpulkan kekuatan utama anda dan bekerja didalam team akan selalu mengalahkan jagoan individu dan bersainglah melawan situasi, jangan melawan pesaing – justru kita akan bisa mendapatkan kinerja yang jauh lebih baik.

Mulai memahami bahwa menilai sebuah pengalaman baik dan buruk atau menang dan kalah tidak ada artinya, yang paling penting adalah bagaimana mengambil pelajaran dari semua ini.

Usaha yang sangat keras memungkinkan mereka yang mulai dari nol untuk mengungguli mereka yang sudah dibekali kedudukan dan hak istimewa. Inilah perjuangan, karena pemimpin harus bekerja lebih keras daripada yang lain.