FAQ Strategi Transformasi Perseroan Part #2

Apa saja pemicu yang dapat dipakai perseroan untuk menggerakkan suatu upaya transformasi.

Umumnya krisis bisa menjadi pemicu transformasi. Simptom krisis bisa terrefleksi di dalam sales grow rate yang stagnan atau merosot, menurunnya profit margin, market share yang menurun dan tingkat kegagalan inovasi atau launching produk yang tinggi.    Bisa juga kultur perseroan yang tidak fit lagi dengan perkembangan zaman dan aspirasi.  Pekerja dan executive yang punya kompetensi dan pemikiran kreatif mulai meninggalkan perseroan (brain drain), akhirnya yang tinggal hanya yang kompetensinya sudah tidak  relevant atau yang masih tinggal punya masalah penyesuaian pola pikir dan perilaku yang efektif. Krisis bisa disebabkan oleh perubahan tingkat kompetisi, perkembangan teknologi dan berbagai hal lainnya.

Selain adanya krisis, transformasi juga bisa dipicu oleh kesadaran untuk mengambil dan memanfaatkan sebesar-besarnya kesempatan bisnis yang sedang terbuka. Kesadaran itu akhirnya bermuara dengan kenyataan bahwa perseroan harus melakukan penyesuaian kapasitas, kapabilitas dan atau perombakan mentalitas perilaku organisasi. Tindakan transformasi tersebut dilandasi kesadaran “kecuali kalau perseroan mau melakukan upaya transformasional, maka berbagai kesempatan dan peluang bisnis itu hanya akan bisa dilihat, tidak bisa dipetik”

Apa saja common issue yang dijumpai perseroan dalam menjalankan transformasi.

Banyak perseroan yang ingin mengadakan transformasi, tetapi kurang jelas bagaimana merumuskannya. Dengan kata lain, tool-kit dan framework terapan untuk menjalankan inisiatif transformasi tidak tersedia. Formulasi konsepnya kurang integral, sebagian bersifat fragmented, sehingga tidak menyentuh akar masalah- causal prima dari persoalan bisnis yang dihadapi. Sejatinya transformasi berurusan dengan akar sebab akibat performance, bukan suatu solusi kosmetik, window dressing permukaan.

Common issue lain yang sering dijumpai adalah managing organizational change. Yaitu cara menghandle perilaku organisasi yang sudah terbentuk dan memerlukan penyesuaian dan perubahan.

End of Part 2

Baca juga: Strategi Transformasi Perseroan Part #1

 

Bersambung (Part 3) tanggal 29 Juli 2013

 

*) Penulis adalah CEO Defora Consulting

Tags: ,