Strategi Transformasi Perseroan Part #1

Apa itu transformasi perseroan.

Transformasi perseroan adalah upaya sadar yang dilakukan oleh perseroan untuk melakukan adaptasi dan migrasi menuju tingkat yang makin tinggi. Ditengah berbagai perubahan yang amat cepat, diantara integrasi pasar, kemajuan teknologi dan konvergensi digital, E-commerce dan Knowledge Economy, Transformasi adalah sebuah proses pengembangan kapasitas dan adjustment kapabilitas untuk menangkap berbagai kesempatan dan peluang bisnis yang datang bersamaan dengan deru perubahan tersebut.

Untuk apa?

Business Wisdom mengajarkan: Setiap bisnis ada masanya, dan setiap masa ada bisnisnya ; lihat saja suatu mode, produk, atlet, penyanyi maupun mega bintang, mereka selalu ada masanya masing -masing. Ada suatu product life- cycle Alias ‘ suatu umur bagi perseroan’. Tranformasi perseroan adalah suatu tool- kit strategis untuk membantu perseroan memiliki sustainability seiring perubahan zaman. Dengan demikian perseroan mampu menghadapi tuntutan perubahan zaman dan preferensi konsumen; Mampu membuat produknya tetap relevant dengan market demand; Sanggup mengadaptasi dirinya dengan berbagai kemajuan business proses, teknik produksi dan teknologi maupun pergerseran kultur bisnis.

Mengapa hal tersebut perlu? Apa saja konsekwensi bisnis nya jika tidak dilakukan

Penyesuaian atau transformasi itu agar investasi, infrastruktur dan kompetensi yang telah dilakukan perseroan tidak menjadi usang alias obsolete. Dengan upaya transformasi, perseron tetap bisa bergerak selangkah lebih maju dari denyut dinamika perubahan lifestyle dan preferensi konsumen. Ia tidak mengalamai loss of establishment and competence. Dengan demikian ia akan makin maju seiring zaman. Tetap tumbuh besar, adaptif dan makin gesit.

Apakah perseroan membutuhkan Coach dalam proses transformasi, apa saja gunanya.

Seorang coach bisa memberikan pandangan, petunjuk antisipatif dan memfasilitasi proses selama transformasi di tingkat perseroan. Coach yang profesional bisa memberikan arahan direktif, tahapan proses, sharing pengalaman atas berbagai issue praktis, hambatan dan ganjalan- rintangan selama proses transformasi. Pemahaman seperti itu berfungsi untuk mencegah perseroan untuk jatuh dan terjebak di lobang trial- error maupun pitfall yang sama, yang telah di alami oleh perseroan lain terdahulu. Dengan demikian perseroan bisa menghemat sumberdaya selama perjalanan transformasi dan mengalihkannya untuk hal –hal yang produktif dan konstruktif.

Seorang coach bisa memberikan petunjuk, arahan, reminding dan koreksi, tetapi tetap saja akuntabilitas dan eksekusi dilakukan oleh client pada akhirnya. Sama seperti kalau kita ikut olah raga fitness dan minta seorang personal trainer untuk mebantu proses transformasi fisik. Meskipun trainer itu bisa memberikan daftar menu latihan dan kadar kalori asupan, serta teknik latihan yang benar, tetapi kita tidak bisa memintanya melakukan push –up dan berbagai latihan fisik tersebut untuk kita. Akuntabilitas keseluruhan transformasi ada pada perseroan.

*) Penulis adalah CEO Defora Consulting