Dari Salary Survey Mendapatkan Salary Guide

Mendengar istilah salary survey, mungkin banyak orang mengira, kegiatan yang akan dilakukan adalah seperti survei pada umumnya. Di mana peserta survei menjawab serangkaian pertanyaan –dalam hal ini soal gaji– lalu dibandingkan dengan data-data dari peserta yang lain.

Survei memang salah satu aktivitas dalam salary survey. Tapi, agar hasilnya mempunyai nilai bagi suatu perusahaan, sebuah salary survey tidak selesai di situ saja. Bila Anda mengikuti salary survey, pastikan bahwa Anda mendapatkan manfaat dari kegiatan itu untuk strategi remunerasi perusahaan Anda.

Salary survey adalah suatu investasi, di mana biasanya perusahaan membayar sejumlah uang, dan juga bersedia mengisi data remunerasi yang berlaku di perusahaannya. Perusahaan bersedia melakukan itu karena dengan mengikuti salary survey mereka bisa mendapatkan salary guide.

Salary guide memberi petunjuk setidaknya beberapa hal di bawah ini:

1. Pemahaman mengenai praktik remunerasi di pasar (baik general market maupun specific industry/size sesuai dengan perusahaan Anda).

2. Memperoleh hasil analisis tingkat daya saing perusahaan Anda saat ini dibandingkan dengan praktek remunerasi yang ada di pasar tersebut.

3. Memperoleh hasil analisis mengenai kondisi keadilan internal dari praktik remunerasi saat ini yang diberlakukan oleh perusahaan.

4. Memperoleh masukan informasi/data untuk pengelolaan manajemen remunerasi yang strategis.

Salary guide dapat digunakan sebagai acuan dalam menyusun paket remunerasi yang optimal, yang cukup bersaing di pasar, adil dalam kondisi internal, dan juga cukup baik untuk meng-attract dan me-retain karyawan terbaik.

Salary Guide juga bisa digunakan sebagai basis untuk mengajukan usulan besaran kenaikan gaji, dan memprediksikan salary movement untuk tahun-tahun depan.

Karena itu, laporan yang dihasilkan oleh salary survey adalah unik untuk setiap perusahaan. Bahkan apabila perusahaan mengikuti salary survey di mana tidak ada perusahaan lain dalam industri sejenis yang menjadi peserta, dia tetap bisa mendapatkan manfaat.

Dalam kondisi seperti ini perusahaan setidaknya mendapatkan company analysis, yaitu analisis mengenai kondisi remunerasi yang ada di perusahaannya, kemudian perbandingan kondisi tersebut dengan kondisi general market.

Beberapa data yang perlu diisi dan dikumpulkan dalam salary survey:

1. Data perusahaan, terdiri dari besaran range revenue (menunjukkan size organisasi), jumlah karyawan, jumlah posisi dalam pekerjaan, jumlah grade pekerjaan.

2. Struktur organisasi dan data job description dari posisi-posisi yang ada dalam organisasi.

3. Data paket remunerasi yang diperoleh karyawan dalam setiap posisi tersebut, terdiri dari gaji pokok, semua tunjangan, benefit, allowance dan lain-lain.

Pastikan Anda mengisi dengan sebenar-benarnya dan mengumpulkan sebanyak mungkin posisi yang ada dalam perusahaan. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan analisis yang secara maksimal menggambarkan keadaan dalam organisasi Anda. Dalam isian survei ini Anda tidak perlu menyebutkan nama.

Metodologi yang telah menjadi best practice dalam pelaksanaan salary survey dan remuneration management tidak melakukan perbandingan berdasarkan job title, melainkan job point atau job score. Misalnya posisi manajer di group Astra tidak bisa dibandingkan dengan manajer di perusahaan kecil, meskipun lama bekerja sama.

Selain size organisasi, job point juga ditentukan oleh faktor kompetensi, tanggung jawab dan kontribusi job tersebut terhadap organisasi. Dengan job point dapat diperoleh perbandingan yang apple to apple antar perusahaan.

Selain penggunaan job point, unsur-unsur lain yang menandai metodologi ini adalah

— Klasifikasi komponen remunerasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam mengelola tingkat remunerasi di perusahaannya (basic salary, allowances, benefits dan incentive).

— Pengolahan data secara statistik sehingga didapatkan pengelompokan-pengelompokan praktek di pasar yang memudahkan perusahaan untuk menentukan strategi dan praktek remunerasinya (top quartile, median, average, bottom quartile).

— Analisis data berdasarkan kondisi internal (internal equity) dan kondisi eksternal (market competitiveness) sesuai dengan kelompok perusahaan yang relevan (by industry dan by revenue size).

Dengan menggunakan metodologi ini, maka dapat dipastikan data yang dihasilkan mempunyai nilai bagi perusahaan. Ini bukan seperti hasil salary survey yang sering disebar-sebarkan melalui internet ataupun dibagi-bagikan dalam acara seminar. Hasil yang menampilkan data gaji dan posisi tersebut kemungkinan hanya berguna bagi calon pelamar kerja, namun tidak banyak bernilai bagi perusahaan.

(Penulis adalah Pemimpin Redaksi PortalHR.com)