Atasan, Jangan Pernah Katakan 17 Hal Ini

dave kerpen

 

“Sarah, kamu harus lebih sopan ketika berbicara di telepon!”

Sesaat setelah saya mengatakan hal tersebut kepada salah satu karyawan saya, saya merasa bersalah. Bukan mengenai apa yang saya katakan, tetapi bagaimana cara saya mengatakannya. Saya mengkritik Sarah, salah satu karyawan saya, di depan karyawan lainnya. Setelah mendengar perkataan saya, Sarah menangis. Melihat hal tersebut, saya mengajak Sarah keluar dari ruangan dan minta maaf. Namun apa daya, nasi sudah menjadi bubur.

Seorang atasan harus menyadari bahwa mata seluruh anggota tim tertuju pada dirinya. Semua hal yang dikatakan oleh seorang atasan dianggap penting karena ucapan itu keluar dari mulut seorang pemimpin.

Dua minggu yang lalu, saya menulis sebuah artikel di LinkedIn tentang 17 hal yang sebaiknya tidak Anda katakan kepada atasan dan artikel ini sudah dibaca oleh lebih dari 700.000 orang.

Karena itu pada minggu ini, saya memutar balikkan situasinya dengan bertanya kepada 17 orang atasan dari perusahaan-perusahaan yang sedang berkembang secara pesat dan tergabung dalam Young Entrepreneur Council (YEC), tentang pendapat mereka akan hal-hal yang sebaiknya tidak dikatakan kepada karyawan-karyawan mereka.

Berikut adalah jawaban mereka – 17 Hal yang sebaiknya tidak dikatakan oleh seorang atasan – ditambah dengan pendapat saya sendiri:

1. “Klien Itu Menyebalkan!”

Kita semua pernah berada di bawah tekanan dalam memenuhi deadline yang diberikan oleh klien. Apabila kita menunjukkan perasaan tertekan ini kepada karyawan, semangat bekerja mereka dapat berkurang. Pastikan agar mereka tetap fokus dan memberikan perlakuan yang sama untuk setiap klien, meskipun klien itu merupakan klien terbesar yang Anda miliki.

– Vinny Antonio, President, Victory Marketing Agency

2. “Sayalah bos di sini!”

Tidak ada orang yang ingin bekerja untuk sebuah perusahaan yang tidak menghargai komitmen karyawannya dan tidak memperlakukan karyawan secara manusiawi. Jangan berharap bahwa karyawan akan tunduk pada perintah karena jabatan yang Anda miliki. Setiap keputusan harus berupa dialog. Meskipun Anda memegang peranan dalam pengambilan keputusan akhir, jangan gunakan alasan “Sayalah bos di sini!” untuk mengambil keputusan apapun.

– Geoffrey Stenrick, President, SimpleRay

3. “Saya Terlalu Sibuk”

Ini adalah pernyataan singkat yang kasar, yang menunjukan bahwa Anda tidak berempati kepada karyawan. Hal ini juga membuat mereka merasa bahwa pekerjaan mereka tidak penting. Daripada berkata bahwa Anda terlalu sibuk, jadwalkan waktu di masa mendatang setelah Anda sudah tidak sibuk. Hal ini dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka karena Anda mendengarkan mereka. Anda menghargai dan secara tulus memberikan perhatian terhadap apa yang mereka kerjakan.

– Joshua Konowe, Founder&CEO, Uppidy

4. “Apa Gosip Terbaru?”

Jika Anda memimpin sebuah perusahaan, Anda adalah orang yang membentuk budaya kerja di perusahaan tersebut. Menyebarkan gosip tentang karyawan menunjukkan pada karyawan lainnya bahwa gosip adalah suatu hal yang diperbolehkan, yang pada akhirnya akan membahayakan hubungan antar karyawan. Jadi sebagai pemimpin, jangan sebarkan gosip di kantor.

– Allie Siarto, Co-Founder, Director of Insights, Loudpixel

5. “Apakah kamu bodoh?”

Menjadi frustasi karena kesalahan yang dilakukan oleh karyawan Anda sangat mudah, namun pernyataan ini menunjukkan keraguan Anda terhadap kemampuan mereka. Hal ini tidak hanya membuat mereka berpikir bahwa mereka telah melakukan sebuah kesalahan yang fatal, tapi juga menunjukkan ketidakpercayaan Anda terhadap kemampuan yang mereka miliki.Hal ini hanya akan memperburuk situasi.

– Kelly Azevedo, Founder, She’s Got Systems

6. “Di sini hanya Anda yang Memiliki Masalah”

Perkataan ini membuat karyawan Anda merasa terasingkan. Ini akan mematahkan semangat dan membuat mereka merasa sendirian dalam menghadapi masalah. Kebanyakan masalah adalah masalah umum yang dihadapi oleh banyak orang. Jika sebagai pemimpin, Anda ingin mendapatkan solusi untuk suatu masalah, Anda dapat mencari solusi untuk masalah spesifik di Internet dengan mesin pencarian seperti Google.

– George Mavromaras, Founder dan President, Mavro Inc. | Praetor Global LLC

7. “Saya Tidak Mau Tahu”

Anda harus peduli terhadap seluruh aspek dari bisnis Anda- baik hal besar maupun kecil. Jika Anda mengatakan kepada karyawan bahwa Anda tidak peduli terhadap suatu hal, maka mereka akan bertanya-tanya, mengapa mereka harus peduli akan hal tersebut? Beri perlakuan yang sama untuk seluruh aspek dari bisnis Anda, agarkaryawan Anda akan merasa bangga dengan pekerjaan mereka.

– Josh Weiss, Founder andPresident, Bluegala

8. “Silakan Kerjakan Karena Saya Tidak Mau Lakukan”

Sebagai pemilik usaha dan seorang atasan, kita harus mau melakukan apapun untuk menyelesaikan pekerjaan. Jangan pernah minta seorang karyawan untuk melakukan apa yang Anda sendiri tidak mau lakukan. Jika saya telah memberikan tugas banyak yang rumit, saya selalu bersedia membantu. Sebagai pemimpin, berikan contoh yang baik.

– Laura Land, CFO / COO, Accessory Export, LLC

9. “Jangan Berdebat Dengan Saya”

Sebaiknya atasan tidak melarang karyawan untuk berdebat atau berbeda pendapat. Terkadang Anda melakukan kesalahan, dan sangatlah penting jika karyawan Anda bisa memberi pendapat tentang hal tersebut. Mendengar pemikiran dan ide karyawan Anda merupakan hal yang sangat penting dalam membangun sebuah bisnis.

– Ben Lang, ounder, Mapped In Israel

10. “Kami Selalu Melakukan Hal Tersebut dengan Cara Ini”

Hanya karena sesuatu sudah dikerjakan dengan cara yang sama selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, bukan berarti cara tersebut adalah cara terbaik dalam menghadapi suatu masalah. Berikan keleluasaan kepada karyawan Anda untuk memikirkan dan menyarankan solusi baru. Keterbukaan melahirkan kreatifitas, dan kreatifitas melahirkan inovasi. Sebuah perusahaan startup sangat membutuhkan inovasi-inovasi, baik inovasi yang diciptakan oleh CEO maupun karyawan magang.

– David Adelman, Founder dan CEO, Reel Tributes

11. “Biarkan Saya Saja yang Mengerjakan”

Anda tidak akan dapat mengembangkan bisnis Anda jika Anda mengerjakan semuanya. Jika Anda merasa bahwa Anda perlu mengambil alih setiap pekerjaan yang sulit, karyawan tidak akan pernah belajar untuk menjadi mandiri. Berikan kesempatan kepada setiap orang untuk dapat berhasil dan bimbing tim manajemen untuk melakukan hal yang sama. Dengan cara ini, Anda akan membangun perusahaan yang lebih kuat.

– Robert Delossantos, CEO, Sky High Party Rentals

12. “Apa Yang Anda Lakukan Sudah Cukup Baik”

Ketika seorang karyawan minta penilaian Anda terhadap pekerjaan yang sudah mereka lakukan, jangan pernah mengatakan bahwa mereka sudah melakukan pekerjaan dengan cukup baik. Apabila karyawan minta penilaian, hal tersebut mencerminkan adanya potensi dalam diri mereka, serta adanya keinginan untuk berkembang dan menjadi lebih baik. Pada umumnya, kita mengetahui hal apa saja yang dapat kita lakukan dengan baik, tetapi, seringkali kita tidak tahu apa yang dapat kita tingkatkan. Sangat disayangkan jika Anda memberitahukan kepada seseorang bahwa mereka sudah mengerjakan suatu hal dengan cukup baik tanpa memberikan masukan.

– Susan Strayer LaMotte, Founder, exaqueo

13. “Ini Perusahaan Saya!”

Secara resmi, Anda memang pemilik perusahaan, tetapi Anda tidak bisa memimpin suatu perusahaan jika Anda tidak memiliki pengikut. Meskipun Anda pemilik perusahaan, Anda tidak perlu bersikap sombong.

– Mary Ellen Slayter, Founder/Managing Director, Reputation Capital

14. “Itu Masalah Anda”

Mempunyai sikap bahwa semua tugas adalah “tanggung jawab bersama” dengan karyawan Anda adalah penting, karena sikap ini dapat menciptakan lingkungan kerja yang positif. Jika seorang karyawan merasa bahwa Anda mau terlibat dalam semua tugas di perusahaan Anda, karyawan ini akan merasa dihargai dan memandang tugasnya sebagai bagian penting dari tujuan besar.

– Michael Mayernick, Founder, Spinnakr

15. “Ini Hanya Klien Kecil”

Mengajarkan karyawan Anda untuk membedakan klien besar dan klien kecil adalah kesalahan besar. Hal ini akan memperburuk kualitas layanan pelanggan perusahaan Anda dan akan menimbulkan perdebatan di antara karyawan mengenai pembagian klien atau akun.

– Caitlin McCabe, Founder&CEO, Real Bullets Branding

16. “Jawabannya adalah PR”

Walaupun media atau PR (Press Relations) penting, karyawan perlu tetap bekerja untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas produk. Jika hanya mengandalkan PR, hal ini memberi kesan bahwa produk sudah sempurna dan bahwa kesuksesan berada di luar kendali setiap orang yang terlibat. Kesuksesan produk adalah tanggung jawab semua karyawan.

– Phil Chen, Co-Founder /Principle Systems Architect, Givit

17. “Saya Tidak Peduli dengan Pendapat Anda”

Kalimat ini memiliki banyak arti. Bisa berarti “Saya tidak peduli dengan apa yang Anda pikirkan,” atau “Saya tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh XX.”. Bagaimanapun arti dari kalimat ini, kalimat “Saya tidak peduli” akan mempersulit adanya komunikasi lebih lanjut. Hal ini menunjukkan bahwa Anda tidak mau mempertimbangkan perasaan orang lain maupun ide mereka. Menyalahgunakan jabatan Anda sebagai pemimpinakan memperburuk lingkungan kerja.

– Andrew Angus, CEO, Switch Video

Hal-hal di atas bukan perkataan yang cocok untuk diucapkan oleh seorang atasan kepada anggota tim mereka, tetapi bagi saya, faktor yang paling penting adalah nada bicara dan situasi serta kondisi disaat seorang atasan mengatakan hal tersebut. Saya selalu memberi pujian di depan umum: semakin banyak pujian yang bisa saya sampaikan kepada karyawan saya, semakin bagus.

Tetapi ketika saya ingin menyampaikan suatu kritik, atau sesuatu yang dapat dianggap sebagai kritik oleh oranglain, saya menyampaikannya secara pribadi. Karena ketika atasan berbicara, entah itu hal baik maupun buruk, semua orang akan memperhatikan.

Ditulis oleh :
Dave Kerpen, CEO Likeable Local

Tags: ,