Negara Asia Mengalami Krisis Skill

krisis-skill

Pada masa kini, kebutuhan akan skill telah tergantikan seiring dengan globalisasi dan perkembangan teknologi. Padahal meskipun dapat digantikan dengan teknologi, skill tersebut tetap dibutuhkan oleh seseorang untuk dapat bersaing di pasar kerja. Sayangnya, sebanyak 40% perusahaan di Eropa justru kesulitan menemukan kandidat berdasarkan skill yang mereka butuhkan, terutama pada sektor manufaktur. Hal ini diungkapkan berdasarkan laporan OECD.

krisis-skill

Bahkan, percaya atau tidak, ternyata krisis skill lebih banyak dialami negara-negara Asia, yaitu Jepang (81%) dan India (64%). Berdasarkan data dari Manpower Talent Shortage Survey, sebanyak 81% firma di Jepang mengalami kesulitan mencari kandidat yang sesuai dengan skill yang dibutuhkan. Krisis skill memang disebabkan oleh krisis finansial pada tahun 2007. Namun memasuki tahun 2008 permasalahan tersebut membaik meskipun angka pengangguran masih tinggi. (*)