Gawat! Kurang Tidur Bisa Tingkatkan Angka Kecelakaan Kerja

sleep

Beberapa industri seperti, pertambangan, konstruksi, minyak dan gas, memiliki resiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Kecelakaan kerja bisa terjadi dikarenakan berbagai macam faktor. Namun tahukah Anda, bahwa kelelahan dan kurang tidur bisa menjadi faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja?

sleep

Berdasarkan infografik yang diterbitkan oleh kelas online mengenai Safety Management di Eastern Kentucky University, diketahui bahwa banyak pekerja di Amerika yang kurang tidur sehingga mempengaruhi performa kerja mereka dan menyebabkan tingginya angka kecelakaan kerja.

Pekerja di Amerika rata-rata tidur selama 6 jam setiap malamnya. Durasi tidur ini menurun satu jam jika dibandingkan dengan kondisi pada tahun 1970-an, di mana para pekerja mendapatkan waktu tidur selama 7 jam.

Kurang tidur ini disebabkan berbagai macam faktor, mulai dari insomnia, sleep apnea, waktu kerja yang terlalu lama hingga sistem shift work. Dan gawatnya, eefk dari kurang tidur ini bisa menyebabkan probabilitas terjadinya kecelakaan kerja hingga 61%. Cukup menyeramkan bukan?

Untuk mengurangi kurang tidur, tentu saja solusinya adalah memperbaiki pola tidur. Tidur yang tepat adalah selama 7 hingga 9 jam setiap malamnya. Biasakan untuk tidur pada jam yang sama setiap harinya, hindari mengkonsumsi kafein dan makan sebelum tidur. Informasi lebih lengkapnya bisa Anda simak dalam infografik berikut ini.

sleep-deficiency-and-fatigue