Pekerja Muda Lebih Memperhatikan Work-Life Balance

Dua dari lima (42%) pekerja muda meyakini bahwa work-life balance membuat mereka lebih produktif saat bekerja dan lebih bahagia dalam hidupnya. Selain itu diketahui bahwa hanya satu dari tiga pekerja dari level yang lebih tinggi yang meyakini bahwa work-life balance dapat meningkatkan produktivitas mereka. Hal ini diungkapkan berdasarkan survey yang di lakukan oleh The Future Workplace.

Berdasarkan hasil survey juga ditemukan bahwa sebanyak 25% pekerja di bagian administrasi dan non-managerial menyatakan bahwa mereka memilih untuk tidak mencampuradukan urusan kantor dan urusan pribadi. Jika dibandingkan dengan senior manager ataupun para director yang hanya 14%.

Sebanyak 75% pekerja yang menjadi responden menyatakan bahwa mereka akan selalu berusaha untuk available bagi urusan pekerjaan mereka. Meskipun mereka sendiri terkadang merasa kewalahan dengan segala alat komunikasi yang biasanya mereka pergunakan untuk urusan pekerjaan.

Baca juga: 5 Cara Mencapai Keseimbangan untuk Seorang Pengusaha

“Terkadang perusahaan hanya memperhatikan para pekerja senior yang biasanya memiliki tingkat stress yang lebih tinggi. Namun mereka melupakan kebutuhan para pekerja muda dan pekerja non-managerial,” ungkap Linda Levesque selaku Vice President of HR Benefits Unum.

“Dengan menawarkan dukungan yang sifatnya praktis, perusahaan dapat mencegah adanya pekerja yang sakit dan absen.”

Hasil survey juga menunjukkan bahwa sebanyak 45% pekerja muda meyakini bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Jika dibandingkan dengan para senior manager dan director yang hanya 34%.

Pekerja di bagian administrasi sangat meyakini bahwa waktu kerja yang fleksibel, melakukan pekerjaan dari rumah dan memilih kapan waktu untuk bekerja dapat meningkatkan kesehatan fisik maupun mental.

Baca juga: Hidup Anda Kurang Seimbang? Cobalah 20 Pekerjaan ini

Tags: