Ayo, Ajak Generasi Muda Membatik

Ada yang unik dalam peringatan Hari Anak Nasional. Sekitar 60 anak putus sekolah dan anak dari keluarga pra-sejahtera yang belajar membatik dan membuat keramik gerabah di Museum Tekstil.

Sebagai bagian dari program berkelanjutan (sustainability programme) di bidang pemberdayaan masyarakat, Standard Chartered Bank memberdayakan anak-anak muda dari latar belakang keluarga kurang mampu dengan bekal ketrampilan. Bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dan Museum Tekstil,  sekitar 60 anak putus sekolah dan anak dari keluarga pra-sejahtera dengan rentang usia 13 hingga 17 tahun diajari membatik dan membuat keramik dari gerabah didampingi puluhan karyawan Bank yang menjadi relawan.

Seperti diketahui, kain batik sebagai salah satu ragam tekstil tradisional Indonesia merupakan warisan budaya bangsa yang patut dilestarikan. Sehingga, anak-anak muda ini bersama-sama para karyawan dapat lebih mengenal kain batik dan jenis-jenis kain tradisional lainnya serta cara pembuatan batik secara tradisional yang menjadi salah satu kekayaan budaya bangsa.

Standard Chartered Bank sendiri selalu mengagendakan kegiatan untuk memperingati Hari Anak Nasional. “Sesuai dengan misi yaitu membangun masa depan bangsa yang lebih baik, melalui kegiatan yang kami adakan ini, kami mulai dari hal terkecil, yaitu memberi bekal ketrampilan untuk anak-anak bangsa ini agar mereka dapat berkreasi dan tumbuh mandiri,” kata Tom Aaker, CEO Standard Chartered Bank.

Tom menambahkan bahwa berdasarkan data PBB dalam satu dekade ke depan, terdapat lebih dari satu milyar generasi muda yang mencari lapangan kerja. Setengah dari angka tersebut berada di Asia . Untuk itu penting dibangun kerjasama antara pemerintah, swasta, lembaga swadaya masyakarakat serta komunitas untuk memastikan bahwa akan tersedia lapangan kerja dengan latar belakang tingkat pendidikan yang beragam. Pendidikan dalam hal ini pun tidak harus selalu diperoleh dari pendidikan formal, tetapi juga pendidikan informal yang menekankan aspek kreativitas dan ketrampilan.

Sementara itu Founder dan CEO Yayasan Cinta Anak Bangsa Veronica Colondam menyebutkan, ”Batik dan keramik gerabah memiliki potensi pasar yang menjanjikan. Oleh karena itu, pembekalan keterampilan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya industri batik dan keramik gerabah rumahan yang bisa memandirikan mereka secara ekonomi”.

Standard Chartered Bank dan YCAB akan melakukan kegiatan serupa secara rutin untuk membekali generasi muda dengan ketrampilan yang dapat menjadi nilai tambah bagi mereka. Selain membatik dan membuat keramik gerabah, anak-anak tersebut akan dibekali dengan ketrampilan membuat kerajinan manik, membuat perhiasan serta pelatihan bahasa Inggris dan microfinance. Dengan bekal ketrampilan ini, diharapkan mereka dapat berkreasi dan menghasilkan karya sehingga di kemudian hari dapat dijadikan sumber penghidupan bagi keluarga. Pada setiap kegiatannya, anak-anak muda ini akan selalu didampingi oleh para karyawan Standard Chartered sebagai bagian dari program relawan. (rk)